BERSERULAH KEPADA TUHAN

Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab (Yesaya 30:19)

Rut 1:1-18                          BE. 161:1                          Flm. 1:1-25

Di saat musuh datang mengancam dan kekuatan tidak ada untuk melawan, maka cara satu-satunya melihat sekeliling kepada siapa gerangan dapat minta tolong untuk melawan musuh. Itulah yang dilakukan umat Yehuda. Karena pemberontakan mereka kepada Allah yang mengasihi mereka, Allah membiarkan mereka berhadapan dengan musuh-musuhnya yaitu kerajaan Asyur. Yehuda memalingkan mukanya meminta tolong kepada Mesir kepada Firaun. Tuhan menegur mereka melalui nabi Yesaya dengan mengatakan: “Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya tetapi tidak memandang kepada Yang Maha Kudus, Allah Israel dan tidak mencari Tuhan”.

Selanjutnya Allah berfirman: Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan; dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu. Tetapi kamu enggan, kamu berkata: Bukan kami mau naik kuda dan lari cepat; maka kamu akan lenyap. Katamu pula kami mau mengendarai kuda tangkas, maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi. Sebab itu Tuhan menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasihNya kepadamu; sebab Ia bangkit hendak menyayangi kamu.

Tuhan adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikanNya. Berserulah kepada Tuhan, sebab: “Tuhan senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setiaNya” (Maz. 147:11).

Doa :      Tuhan Yesus, hanya Engkau sumber pertolongan bagi kami. Kasihanilah kami. Amin. (RP)