JADILAH GARAM DUNIA

Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? (Markus 9:50a)

2 Raja 23:3-20                              BE. 481:2                            Rm. 11:2-10

Banyak orang yang menjalani kehidupan ini dengan sesuka hatinya tanpa memikirkan akibatnya. Mereka membunuh, korupsi, selingkuh dan sebagainya. Yang menyedihkan, orang-orang Kristen pun banyak yang hidup seperti itu, padahal mereka sering mendengar khotbah dan tahu akibat dari perbuatan itu. Tuhan Yesus mengingatkan kita agar tidak memakai waktu yang masih ada hanya untuk memuaskan nafsu sesaat, tetapi gunakanlah untuk memperoleh Hidup Kekal. Jika kita hanya mengikuti nafsu kedagingan, yang sifatnya sesaat, maka bersiaplah juga untuk menerima ganjaran dari Tuhan.

                Segala sesuatu yang kita perbuat di dalam dan karena nama Yesus, kita akan memperoleh upah yang besar dari Tuhan. Firman Tuhan mengarahkan kita supaya menjalani hidup hanya di dalam nama Yesus dan karena nama Yesus. Perenungan bagi kita sekarang adalah mengkaji perintah Yesus: “Hendaklah kamu menjadi garam dunia ini”. Pertanyaannya: “apa yang menggarami diriku? Apakah aku di garami oleh ketamakan dan nafsu dunia? Atau, “apakah aku telah digarami oleh Kuasa Firman Tuhan?”  Jadilah orang yang di garami oleh Firman Tuhan agar mampu menggarami orang-orang di sekitarmu melalui kuasa Roh Kudus. Gaya hidup Yesus selama di dunia yang selalu menjadi garam bagi manusia dan yang rela mati untuk menebus dosa manusia agar layak masuk ke Kehidupan yang kekal harus kita teladani.

                Mari kita menyenangkan hati Tuhan dan sesama manusia dengan berperilaku sebagai orang yang sudah di garami Firman Tuhan. Orang yang sudah digarami harus mau menjadi garam bagi dunia, yaitu mau menjadi berkat bagi orang lain, senantiasa mau menjadi sumber sukacita dan saluran berkat bagi orang lain.

Doa :      Tuhan, jadikan dan layakkan kami menjadi garam bagi orang-orang di sekitar kami. Amin. (DEL)