PERJANJIAN ALLAH DENGAN UMATNYA

Engkau yang tetap berpegang pada janjiMu terhadap hambaMu Daud, ayahku, dan yang telah menggenapi dengan tanganMu apa yang Kaufirmankan dengan mulutMu, seperti yang terjadi pada hari ini (1 Rajaraja 8:24)

2 Raja 20:1-11                           BE. 497:2                            Rat. 3:34-57

  Allah mengikat perjaanjian dengan Daud. Dalam Mazmur 89:4-5 misalnya, Allah mengatakan: ”Telah kuikat perjanjian  dengan orang pilihanku, Aku telah bersumpah kepada Daud hambaKu: “Untuk selama lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun tahtamu turun temurun”. Allah sendiri yang menentukan janjiNya dan kewajiban dari perjanjianNya, sedangkan manusia diha-rapkan menerimanya dengan iman dan taat dalam perjanjianNya. Allah berjanji menetapkan kerajaan bagi putra Daud, Salomo yang akan membangun Bait Suci bagi Tuhan (2 Samuel 7:11-13).

Allah juga menetapkan apa yang akan terjadi apabila umat  gagal melaksanakan kewajiban perjanjian itu. Hukuman atas ketidak-taatan adalah pengusiran lewat pembuangan atau hukuman. Ketataan yang diharapkan Allah dari umatNya adalah ketaatan yang sunguh-sungguh. Dalam perjanjian terkandung kesadaran bahwa kadang-kadang, karena kelemahan manusia, bangsa itu gagal melakukannya  (Ulangan 30:20). Allah akan menghukum dengan keras semua ketidak-taatan yang disengaja, pemberontakan dan kemurtadan.

Di dalam kesempatan ini Salomo berdoa agar kasih perjanjian  tersebut dapat berlangsung terus  melalui keturunan Daud. Janji-janji itu mencapai puncaknya di dalam Putra Daud yang agung, yakni Tuhan Yesus. Raja ini akan memerintah umat Israel yang setia dan semua bangsa di dunia (Mika 5:1, 3). Ia akan datang dari Betlehem dan pemerintahanNya akan sampai ke ujung bumi (Zakaria 9:10).

Doa  :    Tuhan Maha Besar biarlah perjanjianMu digenapi dalam kehidupan kami, melalui kelahiran Yesus yang akan memerintah hidup kami. Amin. (PMS)