MENINGGIKAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN

Tinggikanlah Tuhan, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunungNya yang kudus! Sebab kuduslah Tuhan,
Allah kita! (Mazmur 99:9)

1 Raja 21:20-29                   BE. 17:3                            Mrk. 9:9-13

Tuhan itu Raja dan Maha Besar. Jadi wajar Dia ditinggikan dan duduk di tahta kerajaanNya. Dengan FirmanNya, Tuhan mencip-takan langit dan bumi dengan segala isinya. Tuhan menciptakan manusia dari debu tanah, kemudian menghembuskan nafas kehidupan. Tuhan itu Maha Besar dan Ia tinggi mengatasi segala bangsa (Ayat 2). Oleh sebab itu manusia dan seluruh ciptaan wajar meninggikan Tuhan dan sujud menyembah Dia.

                Di ayat 4, pemazmur menyaksikan bahwa Tuhan itu adalah Raja yang kuat, yang mencitai hukum dan menegakkan kebenaran, menegakkan hukum dan keadilan di antara keturunan Yakub.  Inilah ciri dari Tuhan kita yang kudus itu, yaitu, pertama, mencintai hukum serta menegakkan keadilan dan kebenaran. Yang salah dan berdosa harus dihukum. Kedua, Ia Maha Kasih, mengasihi umatNya yang telah jatuh ke dalam dosa, melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.

                 Jadi nats hari ini meminta kepada kita untuk meninggikan nama Tuhan dalam kekudusan. Meninggikan nama Tuhan berarti memuji dan memuliakan Tuhan dalam ucapan syukur, karena Dialah Tuhan yang Maha Tinggi dan Maha Kuasa dan sumber segala berkat. Meninggikan nama Tuhan juga berarti mengandalkan Tuhan di dalam kehidupan sehari-hari lebih dari segala penguasa dunia ini. Di dalam kekudusan berarti, pertama, mencintai hukum, melakukan segala yang baik dalam keadilan dan kebenaran. Kedua, kita harus selalu menjaga seluruh aspek kehidupan kita ini tetap kudus, perilaku dan tubuh kita ini tetap kudus tak bercela, supaya Allah berkenan tinggal di dalam kita.

Doa :      Tuhan, ajar kami selalu meninggikan namaMu yang Maha Agung itu, dan menjaga seluruh aspek kehidupan kami kudus tak bercela. Amin. (PJS)