SUKA MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH

Aku suka melakukan kehendakMu, ya Allahku; TauratMu ada dalam dadaku.” (Mazmur 40:9)

1 Raja 19:19-21 BE. 829:1 Luk.5:1-11

Nats ini merupakan respon raja Daud atas pertolongan dan kasih karunia Tuhan yang dirasakan dalam hidupnya. Secara manusiawi, Daud, anak bungsu dari 8 orang bersaudara, kurang diperhitungkan. Saat Samuel disuruh Tuhan menemui orang yang akan dipilih Tuhan menjadi raja Israel, bapaknya, Isai hanya menghadirkan ketujuh abangnya. Kemudian, Daud dipanggil dari ladang dan diurapi oleh Samuel untuk kelak menjadi raja Israel. Daud menyadari latar belakangnya sebagai gembala yang kurang diperhitungkan oleh manusia, tetapi dipilih Tuhan menjadi raja Israel. Luar biasa. Sebelum dan setelah dinobatkan menjadi raja Israel, Daud menghadapi banyak ancaman. Raja Saul menjadi benci kepada Daud dan beberapa kali berencana mau membunuh Daud. Selama pemerintahannya, nyawa Daud sering terancam dalam berbagai peperangan, akan tetapi Tuhan menyelamatkannya. Anak kandungnya sendiri, Absolom, membuat persepakatan gelap untuk merebut kerajaan Daud, namun Daud terselamatkan. Dari semua pengalaman hidup itu, Daud bersaksi akan besarnya kasih Tuhan yang diterimanya dan berkata: “Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menem-patkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku” (Ayat 3). Kita juga pasti seperti Daud sering mengalami pertolongan Tuhan, dan mengangkat status hidup kita menjadi terhormat dan diperhitungkan. Yang paling berharga yang kita terima adalah keselamatan kita dari kematian akibat kutuk dosa melalui pengorbanan Yesus, sehingga status kita terangkat menjadi anak-anak Allah pewaris kerajaan sorga. Sebab itu seperti Daud, kita patut memberi respon dan mengatakan: Tuhan, aku suka melakukan kehendakMu. Doa : Tuhan, ajar kami supaya dengan sukacita selalu melaku-kan kehendakMu sesuai dengan hukum-hukumMu. Amin. (PJS)