DOA MINTA PERTOLONGAN

Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari (Mazmur 86:3)

Gal. 1:11-24                            BE. 464:1                               Rat. 1:12-22

  Mazmur ini dibuka dengan seruan kepada Tuhan agar mende-ngarkan doanya. Seruan “sendengkanlah telingamu” adalah suatu rumusan yang cukup kerap muncul dalam doa permohonan. Doa yang terbit dari kerendahan hati, penderitaan dan  kebutuhan besar adalah doa yang akan didengar dan dijawab Allah. Tuhan secara khusus memperdulikan umatNya yang patah hati dan miskin. Setelah seruan pembukaan ini, pemazmur memohon agar Tuhan meryelamatkan dia sebagai orang yang dikasihiNya. Sebagai hamba dia adalah milik Tuhan, orang pilihanNya.

Pernyataan hubungan yang akrab dan kepercayaan yang mendalam ini diungkapkan kepada Allah; dia memohon dikasihani. Dia berseru kepada Tuhan sepanjang hari, dengan tidak henti hentinya. Tuhan membuat dia bersuka cita kembali karena dibebaskan dari penderitaannya. Ada tiga penghalang yang merintangi kita melakukan penyerahan diri total kepada Allah yaitu ketakutan, keangkuhan dan kebimbangan. Kita tidak menyadari betapa Allah sangat mengasihi kita.

Percaya adalah unsur yang sangat diperlukan untuk berserah diri. Kita akan berserah diri kepada Allah hanya jika kita mempercaiNya. Kita tidak bisa mempercayaiNya sebelum kita mengenal Allah dengan lebih baik. Ketakutan menghalangi kita untuk berserah diri, tetapi kasih membuang segala ketakutan. Semakin kita menyadari betapa besar  Allah mengasihi kita, semakin mudah melakukan penyerahan diri. Banyak bukti bahwa Allah mengasihi kita; Allah berkata dia mengasihi kita (Mzm. 145:9). Kita tidak pernah lepas dari pandanganNya (Mzm. 139:3), Dia peduli sampai hal terkecil dari kehidupan kita (Mat 10:30).

Doa  :     Tuhan yang maha pengasih dengarlah doa kami. Kami percaya bahwa Engkaulah Allah yang sanggup membe-baskan kami dari penderitaan kami. Amin. (PMS)