SUNGGUH-SUNGGUH BERTOBAT

Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukumanNya (Yoel 2:13)

Yes. 1:16-20                             BE. 391:4                           Mrk. 11:20-26

Melalui Nabi Yoel, Tuhan Allah meminta supaya bangsa Israel, yang telah berbalik dari Dia itu segera bertobat dan kembali kepada Tuhan. Jika tidak, maka “Hari Tuhan” bukanlah kesela-matan, melainkan kebinasaan bagi mereka. Sesungguhnya, Tuhan Allah tidak menghendaki bangsa Israel terhukum. Oleh karena itu, mereka harus segera bertobat secara sungguh-sungguh.

        Pertobatan bagi kita orang Kristen, harus mengikuti keputusan iman, bahwa kita sungguh-sungguh percaya dan mengandalkan satu-satunya Tuhan dan Juruselamat demi memeroleh hidup kekal di dalam surga. Janganlah kita sekedar beragama Kristen. Tetapi jadilah Kristen yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus Kristus, dan hanya di dalam Dialah kita dapat berbalik kepada Tuhan Allah (Rom. 5:2). Pertobatan yang sungguh-sungguh bukan hanya berdampak pada kekekalan kita di dalam surga, tetapi juga pada kehidupan kita di dunia fana ini, dimana kita melakukan pekerjaan dan perbuatan benar.

                Saya ingat tentang perjumpaan dengan seorang ibu sebagai tamping, orang yang membantu terselenggaranya kebaktian Kristen di Lapas di Bandung. Ketika Seksi Sending HKBP Martadinata Bandung melayani di sana, si ibu meminta didoakan, karena akan mengakhir masa hukumannya dua bulan lagi. Di lain waktu, ketika Seksi Sending HKBP Kebon Jeruk melayani, saya cukup heran berjumpa dengan ibu itu di Lapas perempuan di Jakarta. Ternyata ia kembali melakukan kasus kejahatan yang sama. Ini contoh pertobatan yang tidak sungguh-sungguh. Mari jangan pernah bermain-main dengan sebuah pertobatan.

Doa :      Tuhan, tolonglah kami untuk mau bertobat dengan
                sungguh-sungguh berbalik kepadaMu.
Amin. (PSW)