PERKATAAN BAIK YANG MEMBANGUN

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia (Efesus 4:29)

Amsal 2:1-15                               BE. 187:3                              Mat. 19:1-12

Nats ini dilatarbelakangi oleh  kerinduan rasul Paulus agar warga gereja di Efesus hidup dalam kebenaran Firman Allah sesuai dengan yang tertulis dalam firmanNya. Di seluruh surat Efesus, Paulus memberikan berbagai ajaran dan nasehat agar jemaat Efesus terus hidup sebagai murid-murid Kristus di tengah-tengah masyarakat yang jauh dari kehendak Allah. Khususnya dalam hal berucap semaunya sendiri sehingga sering terjadi pertengkaran bahkan perkelahian.

                Sebagai umat Tuhan mereka harus menghindari “perkataan yang kotor”. sekaligus menggunakan “perkataan yang baik” sehingga orang lain yang mendengarnya menjadi terbangun iman dan kasihnya. Memang hal ini tidak mudah dilakukan. Merupakan suatu perjuangan. Apalagi dalam situasi tertentu yang menegangkan. Misalnya, ketika mereka sedang marah atau karena diperlakukan dengan tidak benar oleh pihak lain. Hal ini akan mendorong munculnya kata-kata yang tidak baik. Apalagi di tengah-tengah masyarakat yang dianggap sudah biasa berkata kasar. Namun sebagai murid-murid Kristus, mereka harus tampil berbeda sekaligus menjadi contoh atau teladan bagi orang lain.

Sebagaimana rasul Paulus menasehati jemaat di Efesus agar menggunakan perkataan yang baik, demikian pula dengan kita sebagai umat Tuhan di zaman ini.  Marilah kita mengucapkan kata-kata yang baik sekaligus benar terhadap sesama kita. Perkataan kita yang demikian tentunya akan memuliakan Tuhan dan akan menjadi berkat rohaniah bagi orang-orang di sekitar kita.

Doa :      Tuhan Yesus Kristus, sumber segala hikmat dan sukacita,  
                biarlah RohMu yang kudus selalu menuntun kami berperi-
                laku baik dan membangun
. Amin! (ITS)