MENGIKUT YESUS DENGAN SUNGGUH

Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?  (Lukas 14:28)

Ams. 6:6-23                                BE. 1:4                               Yoh. 8:12-30

Yesus mengingatkan bahwa untuk menjadi pengikut Kristus tidak bisa hanya berdasarkan antusiasme tanpa pemahaman yang matang tentang pengabdian, pelayanan dan konsekwensinya. Jangan sampai mengikut Kristus dengan cara berpikir yang salah dan pengharapan yang tidak benar. Yesus mengingatkan bahwa untuk mengikut Dia harus memikul salibNya (Luk 14:23-27), harus memper-hitungkan segala sesuatu sejak memulai sampai menyelesaikan pekerjaannya (Luk.14:28-32), harus meninggalkan segalanya dan mengikut Dia dalam semangat pengorbanan agar nilai pelayanannya tetap bermakna bagi sesama (Luk. 14:33-35). Mengikut Kristus adalah hidup yang taat berserah kepadaNya saja dengan kondisi yang tidak sesuai dengan pemikiran duniawi.

                Apakah Yesus tidak suka mempunyai banyak pengikut? Tentu, Yesus merindukan setiap jiwa dalam kerumunan mengikutiNya namun Dia ingin pengikut dengan motivasi yang benar. Seringkali kita menjadi begitu antusias memasuki dunia pelayanan hanya karena terbawa emosi atau ikut-ikutan tanpa pertimbangan yang matang. Perumpamaan membangun menara dengan membuat anggaran biaya ini, menegaskan bahwa menjadi murid Yesus adalah proses membangun karakter dengan meneladaniNya dan  terencana, yaitu selalu konsisten mencocokkan cara berpikir dan pengharapan kita dengan Firman Tuhan agar terbangun hidup Kristiani yang kokoh. untuk menerima kuasa Roh Kudus dan diutus menjadi saksiNya sampai ke ujung bumi.

Doa :      Tuhan Yesus, tuntun kami untuk layak mengikutMu dalam cara berpikir dan pengharapan yang benar sesuai dengan FirmanMu. Amin. (BDFS)