Tahun Baru

MANUSIA YANG BARU DALAM KRISTUS

Ep. Yeremia 31: 1-6

Pasal ini berhubungan dengan pemulihan Israel secara umum dan Yehuda secara khusus. Umat Allah akan kembali hidup bersama di bawah berkat Allah. Yeremia menyatakan bahwa Allah akan mengadakan suatu perjanjian baru yang lebih baik dengan umatNya, yaitu sisa-sisa Israel yang akan kembali dari pembuangan. Banyak yang dibawa oleh orang Asyur dan yang lain oleh orang Babel. Mereka akan dituntun Tuhan dalam perjalanan di padang gurun yang penuh pergumulan menuju Yerusalem. Dalam kehidupan kita menjalani padang gurun pergumulan serta beban dosa, datanglah kepada Yesus. Jadilah hambaNya dan taatilah petunjukNya maka Dia akan membebaskan kita dari semua beban yang tidak bisa kita atasi. Segala beban hidup dapat ditanggung dengan bantuan dan kasih karunia Allah (Mat. 11:28). Kasih karunia Allah tidak bersifat eksklusif, untuk kalangan tertentu saja. Karena sifat Allah adalah kasih dan adil. KasihNya adalah kasih yang tidak mementingkan diri sendiri sehingga Dia merangkul umatNya yang berdosa di seluruh dunia. Dia tidak memusnahkan kita sebagai hukuman yang patut atas dosa kita. Allah akan membawa bangsa Israel kembali karena kasihNya dan komitmenNya pada perjanjian dengan Abraham. Allah sendiri yang menentukan janji dan kewajiban perjanjian itu. Abraham hanya perlu menerimanya dengan iman dan taat. Bila ditaati, perjanjian itu akan memberi sukacita dan damai sejahtera, kemakmuran dan persekutuan yang baru dalam Tuhan. Percaya bahwa Allah menepati janjiNya, akan membuat kita bersabar. selama masa pergumulan, karena bersandar pada janji-janji Allah dan menyadari bahwa Dia sedang membawa kita pada tingkat kedewasaan rohani. Jangan terganggu oleh padang gurun kesulitan, keadaan tidak dapat merobah karakter Allah. Tetaplah berharap pada janji Allah, menjadi manusia baru di dalam Kristus.

Doa : Ya Tuhan, kami percaya, kasih karuniaMu akan menyertai kami dalam setiap pergumulan kami. Amin.


MANUSIA YANG BARU DALAM KRISTUS

Ev. 2 Korint 5: 16-21

Selamat Tahun Baru! Dunia menilai seseorang menurut ukuran manusia, apakah ia kaya atau miskin, bangsawan atau masya-rakat biasa. Jelas cara demikian tidak boleh menjadi cara dalam mengukur manusia bila kita sudah manusia ciptaan baru. Sebelum Paulus diselamatkan, ia membenci dan menghina Yesus Kristus karena ia hanya menilai menurut ukuran manusia. Tetapi Paulus berbeda sekali setelah dia diselamatkan. Hanya jika seseorang dilahirkan kembali, ia dapat menilai Kristus dengan sebenarnya. Melalui perintah Allah yang berkuasa untuk menciptakan itu, mereka yang menerima Yesus Kristus oleh iman dijadikan ciptaan yang baru, yang dipimpin oleh Roh Allah (Roma 8:14), yang diperbaharui seturut citra Allah (Efesus 4:24), ikut merasakan kemuliaan Allah (1 Kor. 3:18) dengan akal budi yang dibaharui (Roma 12:2) dan hidup dalam kekudusan. Oleh Yesus mereka diperdamaikan dengan Allah. Pendamaian merupakan satu segi dari karya penebusan Kristus, pemulihan orang berdosa untuk kembali bersekutu dengan Allah. Pendamaian itu berlaku bagi setiap orang melalui pertobatan pribadinya dan imannya dalam Kristus. KIta dipanggil menjadi duta bagi Kristus, utusan yang tidak berkata bagi diri kita, melainkan atas nama Kristus. Atas nama Allah yang telah mendamaikan kita dengan Dia di dalam Yesus, kita ditugaskan untuk meminta dan mengajak orang agar mau diperdamaikan dengan Allah, agar menerima Tuhan Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamatnya, sehingga mereka diselamatkan, sebagaimana Yesus sendiri berfirman: “Setiap orang yang mengaku Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuninya di depan Bapa-Ku yang di sorga” (Matius 10:32). Doa : Tuhan, ubahlah sikap dan perilaku kami agar menjadi manusia yang baru, dan layak mengajak orang lain diperdamaikan dengan Allah. Amin. (PMS)