Minggu Estomihi

KEMULIAAN TUHAN YANG MEMBAHAGIAKAN

Ep.    Matius 17:1-13

Sebuah pengalaman yang sangat luar biasa dialami oleh murid-murid Yesus khususnya Petrus dan kedua rekannya. Mereka mendapatkan kesempatan untuk melihat Tuhan Yesus dipermu-liakan Allah dengan rupa Yesus yang dilihat tampak seperti Musa dan Elia. Dua tokoh yang sangat terkenal sebagai sosok yang membawa keselamatan bagi bangsa Israel. Musa menyelamatkan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir dan Elia menyelamatkan bangsa Israel dari kuasa kegelapan yang dapat membinasakan mereka sendiri karena Allah tidak legi berkenan atas mereka.

                Kata Petrus kepada Yesus: “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Adalah sebuah kebahagiaan tersendiri jika kita benar-benar mau bersekutu dengan Tuhan Yesus dalam hidup ini sebagaimana Petrus yang menunjukkan keintimannya kepada Tuhah Yesus.

                Pengalaman indah Petrus tentu saja dapat kita rasakan dalam kehidupan kita saat ini, jika kita benar-benar mau bersekutu dengan intim dengan Tuhan Yesus. Ketika kita mau berdoa kepada Tuhan Yesus, bukankah kita dapat merasakan betapa Ia ada di dekat kita bahkan kita dapat merasakan bahwa Ia sungguh hadir dalam diri kita dan membuat kita semakin bersemangat untuk mengikutNya? Kebahagiaan besar tentu akan dan bahkan telah kita rasakan jika kita sungguh-sungguh mau bersekutu dengan intim kepada Tuhan Yesus. Teruslah bergantung kepada Tuhan, walau hidup kita ini banyak mengalami tantangan. Mari kita serahkan hidup kita dikuasai Roh Kudus, agar kita terus dimampukan merasakan dan melihat kemuliaan Tuhan dalam hidup ini. Bergaul intim dengan Tuhan Yesus, kita akan merasakan Bahagia.

Doa :      Tuhan Yesus, kami sungguh bahagia terus bersekutu  
               
dengan intim kepadaMu. Teguhkanlah iman kami untuk  
               
selalu bersektu denganMu. Amin. (LHMS)

TUHAN TEMPAT PERLINDUNGANKU

Ev.  Mazmur 31:1-9

Pemazmur sangat merasakan Tuhan itu sebagai gunung batu dan tempat perlindungannya yang teguh. Walau pemazmur banyak merasakan dan mendapatkan tantangan hidup, namun ia tetap bersaksi bahwa bersama Tuhan, hidupnya terasa aman dan nyaman. Sekalipun banyak ancaman kepada dirinya, walau hidupnya terasa berat dan harus penuh dengan perjuangan untuk dapat melangkah, pemazmur sangat yakin bahwa Tuhan pasti akan tetap menolongnya. Walau pertolongan Tuhan itu tidak ia dapatkan sesuai dengan waku yang ia inginkan, tetapi ia sangat menyadari bahwa Tuhan lebih tahu kapan waktunya untuk hadir dan memberikan pertolongan kepadanya.

                Pergumulan yang panjang dan silih berganti tidak membuat pemazmur menyerah dan meninggalkan Tuhan. Sebaliknya justru semua pergumulan hidupnya ia pakai sebagai motivasi untuk semakin dekat dan bergantung kepada Tuhan. Pemazmur sadar bahwa tempat ia untuk mengadu dan mencari pertolongan serta perlindungan itu ada pada Tuhan. Sehingga setiap seruannya untuk meminta pertolongan hanya ia tujukan kepada Tuhan yang ia yakini sebagai gunung batu yang kokoh dan tempat perlindungannya.

                Pemazmur terus mencari dan menyembah Tuhan karena ia sangat yakin bahwa Tuhan itu benci kepada orang yang menyembah berhala dan suka kepada orang yang hanya setia kepadaNya. Tuhan sebagai tempat perlindungan akan semakin dirasakan oleh orang-orang yang selalu berseru kepadaNya. Oleh sebab itu, marilah seperti pemazmur berserah kepada Tuhan saja, karena ketekunan kita untuk selalu setia kepadaNya pasti akan menyenangkan hati Tuhan. Bersama Dia, kita akan dikuatkan menghadapi segala bentuk tantangan dan kesulitan hidup kita.

Doa :      Ya Allah, Engkau adalah gunung batu yang teguh dan  
               
tempat perlindungan kami. Hanya kepadaMu kami 
                menyampaikan pergumulan kami. Amin. (LHMS)