Minggu Keempat Setelah Ephipanias

IBADAH YANG DIINGINKAN TUHAN

Ep.   Mikha 6:1-8

Tuhan berdebat dengan umatNya Israel: Apalagi yang belum diberikan Tuhan untuk keselamatan dan kesejahteraan Israel? Semuanya sudah dilakukan. Tetapi apa jawaban Israel? Mereka justru menyakiti hati Tuhan. Mereka menyembah berhala, korupsi, melakukan ketidak-adilan terhadap sesama, dll. Mereka gagal paham, mengira bahwa Tuhan bisa disuap dengan ibadah ritual yang semarak dan dengan persembahan yang banyak.

Firman Tuhan hari ini menerangkan bahwa ibadah yang diinginkan Tuhan adalah ibadah yang sejati. Yaitu, ibadah ritual yang dinampakkan dalam ibadah keseharian. Kita harus melakukan ibadah ritual, seperti kebaktian, meditasi pribadi, doa bersama, dan lain-lain. Tetapi itu harusdilanjutkan dengan ibadah kehidupan. Artinya, semua aktifitas dalam kehidupan kita sehari-hari – apapun, di manapun, dan dalam keadaan apapun – semua itu harus menjadi persembahan kita untuk memuliakan Tuhan. Ingatlah, bagaimanapun hebatnya ibadah kita di gereja, itu hanyalah menjadi ibadah palsu – bila kita tidak menunjukkannya dalam hidup keseharian kita.

 Karena itu, bila selama ini kita mengatakan, “saya akan pergi beribadah ke gereja” — harus kita lengkapi dengan mengatakan: “Saya akan pergi ke sekolah, atau tempat kuliah, atau tempat kerja, atau tempat berkumpul, mall, bioskop, pasar, untuk beribadah disana. Ibadah sejati yang diinginkan Tuhan dari kita, adalah bila dalam kehidupan keseharian: “kita berlaku adil, selalu mengamalkan cinta kasih, dan dengan rendah hati hidup bersatu dengan Allah kita” (Ayat. 8).  Dengan ibadah seperti itulah kita bisa menjadi garam dan terang dan berkat bagi semua orang di sekitar kita.

Doa :      Ya Tuhan, beri kami Roh KudusMu menguatkan kami agar beribadah bukan hanya di ritual tetapi dalam seluruh hidup kami yang memuliakan namaMu dan menjadi berkat bagi sesame kami. Amin. (STPS)

KEBAHAGIAAN SEJATI DI DALAM YESUS

Ev.   Matius 5:1-12

Setiap Yesus melakukan pelayananNya, selalu banyak orang berbondong mengikuti Dia bukan hanya dari dalam tetapi juga dari luar Palestina. Mereka sangat rindu dan entusias mendengarkan pengajaran Yesus tanpa menghiraukan jarak, rasa lapar dan haus, panas terik, dan capek. Masih adakah kerinduan seperti itu di hati warga jemaat HKBP sekarang untuk berjumpa dan mendengarkan pengajaran dari Tuhan Yesus? Gereja harus terus memperbaiki bentuk pelaya-nannya, terutama di era Revolusi Industri generasi keempat ini, agar warga terus berbondong-bondong mendengarkan Firman Tuhan.

                Melihat itu, hati Yesus tergerak oleh belaskasihan. Selain menyembuhkan, di nats ini, Yesus mengajar mereka. Terdengarlah kata-kata paling indah dan mulia, yang belum pernah didengar telinga manusia sepanjang sejarah, yaitu kata “Berbahagia”. Dalam bahasa Yunani disebut: “Makarioi”, yaitu kebahagiaan yang tidak bisa dihilangkan oleh apapun. Hanya Yesus yang dapat memberikan kebahagiaan yang seperti itu. Bila kita tetap hidup di dalam Yesus kita akan memperoleh kebahagiaan sejati ini.

Hidup yang bagaimanakah yang harus kita lakukan supaya kita bisa memperolehnya? Yesus memberikan 8 cara hidup, yaitu: miskin di hadapan Allah artinya hanya bergantung pada Allah, berdukacita karena dosa-dosanya, lemah lembut dalam arti rendah hati dan memberikan dirinya sepenuhnya dikendalikan oleh Allah, yang lapar dan haus akan kebenaran, yang murah hati, yang suci hatinya  dalam arti benar-benar murni, tulus, dan rendah hati, pembawa damai, serta yang dianiaya oleh sebab kebenaran. Karena itu, jangan mencari kebahagiaan di tempat lain. Tetapi carilah kebahagiaan di dalam Yesus dengan melakukan apa yang difirmankanNya hari ini.

Doa :      Ya Tuhan Yesus, ajar kami melakukan FirmanMu hari ini, sehingga kami bisa memperoleh kebahagiaan sejati itu yang dari Tuhan saja. Amin. (STPS)