Minggu Sexagesima

KEPUTUSANKU MENGIKUT TUHAN

  Ep.   Ulangan 30:15-20

Musa yang memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir untuk menuju tanah perjanjian yang berlimpah susu dan madu akhirnya memberikan tanda-tanda bahwa bangsa Israel tidak lama lagi akan memasuki dan menduduki tanah tersebut. Kita mengetahui bahwa perjuangan Musa untuk memimpin bangsa Israel sangatlah berat dan dituntut ketangguhan iman hingga Musa dapat menghadapi berbagai kesulitan yang ada.

                Perjalanan panjang yang ditempuh bangsa Israel tentu sangat menyita waktu sangat panjang dan tenaga, harus berpuluh tahun berada di padang gurun sebelum memasuki tanah perjanjian. Dalam kurun waktu yang lama dan panjang itu, Allah melalui Musa ingin mengingatkan bangsa Israel tentang suka duka yang mereka alami. Pada saat mereka menjauh dan menyimpang dari Firman Allah, mereka malah semakin menderita. Pada saat mereka taat kepada perintah Allah mereka mendapatkan pertolongan Allah. Firman Tuhan mengayakan: “Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, maka Aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa, tidak akan lanjut umurmu di tanah ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya (17-18). Musa ingin mengingatkan mereka bahwa keputusan untuk tetap setia mengikut Tuhan adalah sebuah keharusan.

                Bukankah kita juga telah merasakan bahwa mengikut Tuhan itu adalah sebuah kepastian untuk mendapatkan pertolongan dari Allah dalam perjalanahn hidup kita? Oleh sebab itu, Firman Tuhan hari ini mengajak kita mengambil keputusan untuk selalu mengikut Tuhan  dan melakukan kehendakNya, karena Bersama Dia, kita akan dapat mengatasi berbagai kesulitan dalam hidup ini.

Doa :  Ya Allah, telah kami rasakan pertongan dan kelimpahan   
               berkatMu dengan
mengikut Engkau. Tolong kami untuk
                selalu bersamaMu. Amin
. (LHMS)

IKUT TUHAN ATAU ADAT

Ev.    Markus 7:1-8

Orang Batak adalah salah satu suku di Indonesia ini yang sangat kental dengan kehidupan adat istiadatnya, sehingga terkadang ketaatan terhadap pesan nenek moyang lebih kentara ketimbang ketaatan terhadap Firman Tuhan. Demikian yang terjadi dalam kehi-dupan orang Israel secara khusus yang diperlihatkan oleh komunitas orang Farisi, dimana mereka lebih memperlihatkan ketaatannya terhadap adat istiadat ketimbang kepada Tuhan.

                Orang Farisi adalah sekelompok orang Israel yang sangat kental dengan kehidupan adat istiadat, sehingga mereka sangat tidak senang jika melihat ada orang yang mengabaikan pesan nenek moyang mereka dalam perilaku sehari-hari. Pada saat mereka melihat murid-murid Yesus makan tanpa lebih dahulu membasuh tangan, maka orang Farisi menegurnya dan mempertanyakan hal itu kepada Yesus. Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: “Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?” Yesus menjawab mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

                Tentu Tuhan Yesus bukan alergi dengan adat istiadat, namun sebaiknya adat istiadat itu harus dilakukan dalam rangka menguatkan kita melakukan perintah Tuhan dan bukan sebaliknya. Artinya, adat istiadat itu dapat dilakukan dalam rangka menunjukkan ketaatan kita kepada Tuhan, bukan malah sebaliknya. Jangan pernah bersikap munafik dalam hidup ini, seakan kita adalah orang yang taat akan Firman Tuhan namun sebaliknya kita adalah orang yang lebih suka mendengar suara manusia ketimbang suara Tuhan.

Doa : Ya Allah, ajarilah kami untuk lebih mendengarkan dan
                menuruti perintah
Mu ketimbang mengikuti adat istiadat
                warisan nenek moyang kami
. Amin (LHMS)