MENJADI TERANG DUNIA

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kataNya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yohanes 8:12)

1 Sam.3:1-9 BE. 172:1 Kis. 9:1-9

Yesus adalah terang yang sesungguhnya (Yoh. 1:9) Dia melenyapkan kegelapan dan menunjukkan jalan yang benar menuju kepada Allah dan keselamatan. Yang mengikuti-Nya dibe-baskan dari kegelapan dosa, tetapi yang menolak akan tetap berjalan dalam kegelapan. Kalaimat “Barang siapa yang mengikut Aku” adalah bentuk kata kerja yang menunjukkan tindakan yang berkelanjutan. Artinya, mengikut Yesus harus terus menerus, yang bertahan sampai kesudahan. Bukan sewaktu-waktu atau pada waktu tertentu saja. Yang diselamatkan adalah yang mengikuti Dia di dalam iman dan di dalam FirmanNya secara konstan dan terus menerus hingga akhir zaman. Untuk mampu menjadi terang, kita harus membuat beberapa perobahan mental. Perspektif dan sikap kita harus berobah dari pola pikir yang berpusat pada diri sendiri menjadi pola pikir yang berpusat pada orang lain. Janganlah seperti anak-anak yang hanya memikirkan diri sendiri tetapi jadilah seperti orang dewasa yang memikirkan orang lain juga (Flp. 2:4). Memang sulit karena pada dasarnya asyik dengan diri sendiri. Karena itu, mulailah meminta Roh Kudus untuk menolong kita memikirkan kebutuhan rohani dari orang lain yang belum percaya supaya mereka beroleh selamat. Karena Tuhan “menghendaki supaya jangan ada yang binasa (2 Ptr. 3:9). Kita harus mendoakan, melayani dengan kasih dan menyampaikan kabar baik bagi orang yang masih dalam kegelapan. Keselamatan satu jiwa lebih penting dari apapun yang pernah kita peroleh dalam kehidupan.

Doa : Ya, Roh Kudus ubahlah pola piker kami agar memikirkan, melayani, mendoakan saudara kami yang masih hidup dalam kegelapan. Amin. (PMS)