SETIA MENDENGAR SUARA TUHAN

Lalu kata Roh kepada Filipus: “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!” (Kisah Para Rasul 8:29)

1 Sam.1:1-20 BE. 102:1 Gal.1:11-24

Kalau para rasul dan murid-murid dikejar Saulus untuk dibunuh, mereka tetap memberitakan Injil Kristus. Dikejar dari Yerusalem, Filipus pergi ke Samaria dan memberitakan Injil serta melakukan banyak mujizat disana. Dan banyak orang menjadi percaya dan menerima Tuhan Yesus menjadi Juruselamatnya. Benarlah kata ahli bahwa bila Injil itu semakin dibabat dia semakin merambat. Karena ternyata, Injil semakin menyebar. Setelah itu, malaikat Tuhan menyuruh Filipus berangkat ke sebelah selatan ke arah Gaza. Disana ada seorang Etiopia, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake. Dia datang beribadah ke Yerusalem. Dalam perjalanannya pulang, dia membaca Kitab Nabi Yesaya. Lalu Roh Tuhan menyuruh Filipus mendekati dia. Dan Filipus melakukannya. Setelah bertemu, Filipus memberitakan Injil Yesus kepadanya. Dan akhirnya orang Etiopia itu percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah (ay. 37). Lalu dia dibaptis. Tugas memberitakan Injil Yesus tidak boleh berhenti walau terus dihadang. Itu adalah kewajiban; dan kita celaka bila tidak memberitakannya (1 Kor. 9, 16). Untuk itu kita perlu kepekaan rohani terhadap suruhan Roh Kudus. Karena Roh itu sering menunjukkan kepada siapa Injil akan kita beritakan. Tuhan telah mempersiapkan ladang-ladang yang menguning seperti orang Etiopia itu untuk kita injili. Yang Tuhan perlukan adalah kemauan dan kerelaan kita menaati perintahNya. Bila kita sudah mau seperti Filipus, selanjutnya Roh Tuhan yang bekerja mengubahkan hati mereka untuk bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus.

Doa : Ya Tuhan, berikan kami roh yang sensitip terhadap suruhanMu, dan juga kemauan untuk memberitakan InjilMu. Amin. (PES)