MATI BAGI DOSA DAN HIDUP BAGI ALLAH

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus (Roma 6:11)

Yes.22:15-25 BE. 213:4 Gal. 1:6-12

Paulus memberi pernyataan ini dalam rangka menerangkan ajaran tentang pembenaran oleh iman berdasarkan pengala-mannya sendiri, dimana dia diangkat dan dibenarkan Allah, dan kemudian dia dijaga Allah agar tinggal dalam kebenaranNya. Doktrin pembenaran oleh iman ini sulit diterima oleh orang-orang Yahudi, karena menurut mereka bertentangan dengan ajaran moral yang berlaku. Mereka berpendapat kalau orang dibenarkan oleh Allah yang tak dapat dibuktikan, maka akan semakin banyak orang tertarik dan terjerumus melakukan dosa. Paulus menjelaskan hal itu dengan berfokus pada kesatuan orang percaya dengan Kristus sebagai Juruselamat, Mesias, yang melalui kematianNya, kemudian dikubur dan bangkit kembali. Kenyataan itu diilustrasikan pada ritual pembaptisan orang percaya yaitu: dibenamkan ke air,artinya masuk ke kematian. Kemudian di dalam air, artinya dikuburkan. Keluar dari air atau selesai dibaptis artinya kebangkitan atau dibangkitkan. Yesus sudah bangkit dan duduk di takhta kemuliaanNya di surga. Orang percaya turut dalam kebangkitanNya, dan turut memproklamasikan kasih Allah Bapa dan hidup kekal dalam Yesus Kristus. Karena itu orang percaya, dalam iman percayanya, harus selalu siap menjauhi dosa dan hidup bersaksi dalam kuasa Roh Kudus tentang kebenaran dan kasih Allah Bapa dalam Yesus Kristus.

Doa : Tuhan, kami percaya akan Yesus Kristus adalah Mesias dan Juruselamat dunia. Melalui pembaptisan kudus kami telah masuk dalam kebangkitan dan hidup bagi Allah Bapa dalam Yesus Kristus. Tuntun kami untuk menjadi saksiMu dan memproklamasikan kasihMu. Amin. (BDFS)