MENGABDI DENGAN TULUS

Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah (Titus 2:9)

Kej. 26:1-5                                BE. 27:4                               Yak. 1:12-16

Paulus seorang Yahudi menulis surat tentang tata kelola gereja mula-mula kepada Titus seorang Yunani yang percaya kepada Yesus Kristus karena penginjilan Paulus. Pada Bab 2 dari Kitab Titus dituturkan ajaran sehat tentang kewajiban orang tua, pemuda dan hamba. Khusus dalam Titus 2:9 ini adalah kepada para hamba, karena pada masa itu banyak budak yang menjadi Kristen. Mereka mengalami kondisi ditekan yang bisa membuat mereka tidak tahan dan membe-rontak.  Paulus yang selalu menyebut dirinya adalah doulos (hamba), amat menyadari adalah sulit bagi para hamba ini yang dalam kondisi tertekan untuk taat dan berkenan kepada tuannya yang ada kemung-kinan secara iman Kristen statusnya sama, yaitu sama-sama pewaris Kerajaan Surga. Ayat ini dimaksudkan Paulus untuk menuntun menja-lankan fungsi masing-masing dengan baik, sebagai tuan yang adil maupun hamba yang taat dalam perilaku orang percaya kepada Yesus Kristus yang berupaya menampilkan keutuhan tubuh Kristus.

                Dari Perikop Titus 2 ini kita menerima tuntunan bagi berbagai kelompok dalam persekutuan gereja agar memelihara sifat yang baik antara lain kepatuhan, saling menghormati, wibawa, harga diri, dan menahan diri. Sikap hidup yang demikian akan menarik banyak orang kepada Kristus dan tidak memberi kesempatan kepada kritik-kritik yang menyerang iman kita. Nats ini juga mengandung himbauan kepada pimpinan persekutuan dan pimpinan Gereja, agar tegas dan berwibawa sesuai Firman Tuhan sebagai teladan dalam menuntun dan mengkoreksi anggota persekutuan yang dipimpinnya.

Doa :     Ya Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus, bimibing kami seiman membangun sikap hidup dan menjalankan fungsi masyarakat yang sesuai ajaranMu untuk membangun keutuhan tubuh Kristus. Amin. (BDFS)