MEMBERITAKAN YESUS KRISTUS

Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus (2 Korintus 4:5)

Ul. 17:1-7 BE. 736:1 1 Tim. 5:17-24

Kita sering mendengar kesaksian pribadi bagaimana penyertaan Yesus memberi mereka kesembuhan dari sakit penyakitnya maupun dari pergumulan hidupnya. Namun, kesaksian seperti itu sering juga menjadi salah alamat karena yang diceritakan adalah tentang dirinya, kehebatan, prestasi dan kemampuannya, bukan tentang Yesus Pemberi kuasa itu. Kesaksian yang benar bukanlah tentang diri kita, tetapi tentang penyertaan Tuhan Yesus bagi kita. Pelayanan Paulus memberi kita pelajaran yang sangat luar biasa. Paulus selalu memberitakan tentang Yesus. Ketika dia menghadapi ancaman kematian, dalam segala hal ditindas, hampir kehabisan akal, dianiaya, dihempaskan, namun dia menyaksikan bahwa penyertaan Allah baginya selalu nyata. Padahal sebenarnya dia bisa membanggakan diri. Namun dalam setiap kesaksiannya, Paulus selalu menyaksikan kuasa Yesus, bukan dirinya. Bahkan dia menyatakan bahwa dia hanyalah seorang hamba Kristus. Kenapa? Dia memberi sebuah pernyataan yang menarik: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata” Dia dan kita akan berkata-kata atau memberitakan Injili hanya karena dia dan kita percaya. Kita tidak akan berkata-kata atau memberitakan Injil bila kita tidak mempercayai Tuhan Yesus. Bagaimana dengan pemberitaan kita? Diri kitakah yang kita beritakan? Kehebatan kita? Prestasi kita? Mari kita belajar dari Paulus. Dengan kerendahan hati, mari memberitakan Kristus dengan mengagungkan Yesus. Mari kita lebih merendahkan diri lagi menyak-sikan campur tangan Tuhan dalam hidup kita.

Doa : Ajar kami Tuhan lebih rendah hati untuk memberitakan kuasa Tuhan dalam hidup kami; bersaksi tentang Yesus, bukan diri kami atau kehebatan kami. Amin. (DSim)