KASIH TUHAN TIADA BERKESUDAHAN

Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan (Hosea 11:4)

Kej. 12:8-20 BE. 502:2 Ibr. 11:13-22

Menurut pemikiran manusia, karena Tuhan adalah Pribadi yang Mahakudus, tentunya mereka yang bersalah, berbuat dosa dan menyeleweng dari jalan-jalanNya pasti segera dibinasakanNya. Namun pikiran manusia bukanlah pikiran Tuhan! Tertulis: “Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghangus-kan.” (Hosea 11:9b). Tuhan itu panjang sabar dan senantiasa memberi kesempatan kepada manusia untuk kembali bertobat. Bangsa Israel kala itu adalah bangsa yang degil dan tegar tengkuk, namun kasih Tuhan tidak berkesudahan. Pengalaman bangsa Israel ini menjadi pelajaran berharga bagi kita. Mari kita belajar untuk menghargai betapa besar kasih Tuhan kepada kita. Mengertilah bahwa apabila persoalan atau kesesakan datang menimpa hidup kita, itu bukan berarti Tuhan tidak mengasihi kita. Tetapi Tuhan ingin agar melalui ‘proses hidup’ ini kita dapat kembali mengingat kasih dan kebaikanNya. Mungkin selama ini kita telah melenceng jauh dari hadapanNya; dan Tuhan ingin menarik kita melalui masalah dan penderitaan agar kembali bersimpuh di hadapan kakiNya untuk menerima kembali pemulihan dari Tuhan. Kasih tidak selamanya memanjakan, tetapi adakalanya mendidik dan mendisiplinkan, agar kita tidak tersesat jauh. Khusus mengawali Tahun 2020 ini, supaya persoalan dan kesesakan yang kita alami di tahun 2019 yang lalu tidak membebani kita mengawali Tahun 2020 ini, marilah kita berjalan dalam jaminan bahwa Tuhan pasti mencukupkan segala sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup kita. Doa : Terima kasih Tuhan atas kasih karuniaMu yang tak berkesudahan dalam hidup kami. Amin. (SSi)