BERSAKSI DALAM HIDUP

Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam AnakNya (1 Yohanes 5:11)

Kej. 27:30-38 BE. 447:1 Kis. 1:1-5

Bersaksi menjadi tugas dan tanggungjawab orang beriman dalam hidupnya. Kesaksian itu tidak hanya untuk memberitakan jalan selamat melalui Tuhan Yesus namun juga untuk menguatkan dan meneguhkan pengharapan kita bahwa kita telah memiliki hidup kekal bila kita telah percaya kepada Tuhan Yesus (1 Yohanes 5:11-13). Hidup seperti inilah yang patut terus kita jaga, yaitu hidup yang beriman kepada Dia yang berkuasa selama-lamanya. Hidup yang seperti inilah yang di Mazmur 1: 3 disebut sebagai orang benar, seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Bagi orang-orang percaya yang diutus untuk bersaksi, Tuhan Yesus berdoa: “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran” (Yoh. 17: 15- 19). Jika demikian, adakah yang perlu kita khawatirkan tentang hidup dan kesaksian kita? Jika hidup dan kesaksian yang kita lakukan adalah benar maka kita tidak perlu takut dan khawatir karena Tuhan beserta kita dan menjagaikita. Doa : Tuhan, pakailah kami menjadi saksi-saksi-Mu yang terus memberitakan Injil Keselamatan yang Tuhan anugerahkan kepada manusia sehingga semakin bertambah-tambah orang yang percaya kepadaMu. Amin. (SSi).