Kamis, 26 Desember 2019

Posted on

Pesta Natal Hari Kedua

BERJAGALAH !  IBLIS MEMERANGI ORANG YANG MENURUTI HUKUM ALLAH DAN MEMILIKI KESAKSIAN YESUS

Ep. Wahyu 12:13-17

  Arti ungkapan Naga telah dilemparkan di atas bumi adalah karya kemenangan penebusan Yesus Kristus, yang juga menjadi kemenangan para pengikutNya dan  menjadi kesaksian mereka tentang kuat kuasa Keselamatan Yesus Kristus dalam hidup mereka.  Keselamatan dalam  salib Yesus juga menjadi tema utama dalam Injil Yohanes dan surat-surat Paulus kepada berbagai jemaat mula-mula yaitu kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah kejatuhan iblis dan peneguhan kedaulatan Kerajaan Allah. Setelah dikalahkan Yesus Kristus, iblis mengarahkan serangannya kepada pengikut-pengikut Yesus yaitu umat gerejaNya. 

Perikop epistel tentang kemenangan Yesus Kristus atas Iblis yang dilemparkan ke dunia  membuat iblis kehilangan tempat di hadapan Allah (sebelumnya Iblis sebagai malaikat yang durhaka masih bisa menghadap Allah baca Ayub 1:8 dan Ayub 2:3). Ini membawa konsekwensi berat atas para pengikut Yesus/umat gerejaNya. Area gerak iblis sekarang berpindah ke dunia dan mengakibatkan pergumulan para pengikut Kristus amat berat, bukan hanya soal kelompok minoritas agama yang menghadapi penganiayaan negara melainkan arena pergumulan baru telah terbentuk, dimana iblis sekuat tenaga berusaha memakai berbagai dalih politik dan penyembahan berhala untuk menjauhkan manusia dari kasih Allah dan mengkerdilkan tujuan Allah Bapa-Anak dan Roh Kudus dalam gerejaNya. Hal tentang penderitaan para pengikut Yesus ini telah diingatkan Yesus pada murid-muridNya sebelum Dia disalibkan (baca Mat.24:1-14; Mark. 13:3-13, Luk. 21:7-19). Para pengikut Yesus yang tekun berjaga dan waspada berpegang pada iman percayanya akan selamat dalam perlindungan Allah Bapa-Anak dan Roh Kudus serta terhindar dari upaya-upaya Iblis untuk menghancurkan mereka.

Doa:      Ya Allah Bapa-Anak dan Roh Kudus, kuatkan aku menjadi saksiMu. Amin. (BDFS)

YESUS TERANG DUNIA

Ev. Yohanes 8:12-20       

  Yesus menyatakan bahwa Dia adalah Terang Dunia, yang menghalau kegelapan iblis dan memberi kesaksian tertinggi tentang janji kasih Allah kepada manusia. Namun pernyataanNya ini dipertanyakan oleh para Farisi yang cara pandangnya berlandaskan bahwa Yesus orang Yahudi, mereka menilai bahwa pernyataan itu subyektif karena dinyatakan sendiri oleh Dia tanpa saksi-saksi sebagaimana prinsip dalam kehidupan orang Yahudi.

                Yesus memakai situasi itu untuk mengingatkan mereka tentang keberadaanNya sebagai Anak Allah dan karena itu pernyataannya adalah kebenaran dari Allah, hal itu tak dapat dipahami apalagi diterima oleh orang-orang Farisi itu.  Mereka berpegang pada Kitab Taurat namun tidak mampu mengenal bahwa Messias, Juruselamat yang dijanjikan, telah berada di antara mereka, karena mereka mengharapkan keselamatan yang dijanjikan itu merupakan pembalasan dendam kepada bangsa yang menjajah orang Yahudi yaitu bangsa Roma. Penampilan Messias pun di harapkan mereka dalam ukuran kemuliaan duniawi sebagaimana ditampilkan gaya hidup para penguasa Romawi.  Padahal Yesus, Sang Juruselamat datang membawa Kasih Allah, yaitu janji Allah untuk melepaskan bangsaNya dari gaya hidup berlumur dosa dan kemunafikan yang berlangsung dalam kehidupan orang Yahudi di masa itu (band. Matius 15:1-20, Markus 7:1-33).  Pengharapan duniawi yang membalut pemahaman mereka tentang Juruselamat,  Sang Messias yang dijanjikan Allah, membuat mereka gagal mengenal Yesus. Yesus tidak terjangkau nalar manusia namun kehadiranNya menerangi kehidupan didunia ini dengan sukacita dan anugerah kesembuhan rohani dan jasmani. Dia mengembalikan hakekat dan martabat manusia sebagai ciptaan Allah yang tertinggi dan disucikan dari dosa-dosanya.             

Doa:  Ya Tuhan, berilah kami hikmat untuk mengenalmu dan tuntun kami berjalan dalam Terangmu agar sampai ke surga dan tinggal bersamaMu. Amin. (BDFS)

Comments

  1. AMIR PANGARIBUAN

    Pertanyaan aja :
    HKBP Masih tetap merayakan hari kedua Natal.
    Apakah latar belakang HKBP merayakan Natal ke dua 26 des 2019.

    Posted on December 26, 2019

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *