Selasa, 24 Desember 2019

Kebaktian Malam Natal

PENGGENAPAN JANJI  ALLAH

Ep. 1 Timotius 3:14-16

  Gereja adalah keluarga  Allah, sehingga bagaimana harus hidup di dalam Gereja. Seluruh kehidupan  dan sifat seseorang, terutama dalam hubungannya dengan orang lain. Sifat pribadi seseorang anggota jemaat haruslah sangat baik  dan hubungan pribadinya dengan orang lain sunguh-sungguh mengungkapkan persaudaraan yang benar.  Persekutuan jemaat  adalah kumpulan orang yang menjadi kawan bagi Allah dan kawan bagi sesamanya.

Sebagai anak-anak Allah  kita mulai mendapat bagian  dari harta keluarga. Di bumi  kita diberi, kekayaan, kasih karunia, kemurahanNya, kesabaranNya. Sebagai keluarga Allah  adalah tiang penopang kebenaran dimana tugasnya adalah  meninggikan kebenaran dan harus dijaga penopang bangunan agar tetap berdiri utuh. Gereja harus menjadi dasar  dari kebenaran Injil, Gereja meneguhkan dan memelihara kebenaran  yang dinyatakan oleh Kristus  dan para rasul, menyimpannya dalam hati, memberitakan  sebagai Firman kehidupan  serta menunjukkannya dalam kuasa Roh Kudus.

Menyatakan dalam rupa manusia untuk menekankan kemanusiaan  Yesus. Lihatlah kepada Yesus maka kita  akan melihat  pikiran hati  dan tindakan Allah  dalam wujud yang dapat  dimengerti oleh manusia. Selama  kehidupan duniawinya Yesus tetap terpelihara  tanpa dosa oleh kuasa Roh Kudus. Kesalahan kita adalah sering menolak  pimpinanNya. Rahasia ibadah kita  terdiri dari: Pertama, penyelamatan Kristus.  Orang menangkap Yesus  dan menyalibkan  di kayu salib, namun melalui kuasa Roh Kudus  Dia bangkit. Kedua, pekabaran Injil, dimulai dengan malaikat yang menyaksikan  dan memberitakan kebangkitan Kristus  dan diakhiri dengan di beritakannya Yesus kepada semua bangsa. Ketiga, penerimaan Kristus oleh semesta alam  dimulai dengan diterimanya  Yesus oleh umat manusia  dan diakhiri dengan pem uliaan Yesus oieh segenap mahluk pada akhir zaman. 

Doa:      Tuhan ajarlah kami agar kami menjadi anak anak Allah melalui pimpinan Roh Kudus sehingga kami memuliakan namaMu melalui kehidupan kami. Amin. (PMS)

KELAHIRAN YESUS KRISTUS

Ev. Matius 1:18-23

  Malam Natal  adalah identitas ke kristenan, tetapi sering kali hanya disibukkan  dengan hal-hal lahiriah, sehingga tidak dapat memahami makna Natal. Malam Natal adalah sesuatu yang  khusus  bagi setiap percaya dalam Kristus Yesus.

Memang Maria mengandungt waktu bertunangan, tetapi oleh Roh Kudus. Roh Kudus dapat mengadakan hal yang ajaib. Yusuf disebut  seorang yang tulus hati atau  diterjemahkan adil. Karena ia adil, ia berniat  menyelesaikan perkara ini  menurut hukum Taurat. Yusuf cenderung  kepada memberi surat perceraian kepada Maria, itulah arti dari menceraikan dengan  diam-diam.

Malaikat menyapa Yusuf  sebagai anak Daud sebab Malaikat  memesankan  agar Yusuf menikah  dengan Maria  serta memberi  nama  kepada anak yang akan dilahirkan  oleh Maria. Malaikat Tuhan itu juga memesankan  nama yang harus diberi  oleh Yususf kepada anak itu Yesus. Yesus adalah padanan Yunani untuk kata Ibrani Yeshua (Yosua) yang artinya “Tuhan menyelamatkan”. Nama ini melukiskan  tugas putra Maria  ini pada masa yang akan datang. Yesus sebagai juruselamat  akan menyelamatkan umatNya  dari dosa. Melalui kematian Yesus  yang mendamaikan dan kuasa  Roh Kudus  yang menguduskan, kita yang berbalik kepada  Yesus  akan  dibebaskan dari kesalahan dan perbudakan kepada dosa.

Istilah anak dara  ini merupakan  padanan yang tepat  dan menunjuk kepada  seorang gadis. Dengan demikian  Yesaya dalam  Perjanjian lama, Matius serta Lukas dalam Perjanjian Baru bahwa ibu Yesus  adalah seorang perawan. Agar Sang Penebus dapat memenuhi syarat  untuk menanggung hukuman  karena dosa kita  dan membawa keselamatan maka di dalam diriNya   ia harus sepenuhnya  manusia  dan tidak berdosa.

Doa:       Tuhan, terima kasih atas kasih karuniaMu telah menganugrahkan anakMu yang tunggal yaitu Yesus agar kami beroleh keselamatan. Amin. (PMS)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.