Minggu, 22 Desember 2019

Minggu Advent Keempat

TERANG TUHAN TERBIT ATASMU

Ep.   Lukas 1:26-37

  Selamat Paskah! Kita patut mengucapkan “Selamat Paskah!” karena kita percaya bahwa Yesus yang benar-benar menderita dan mati serta dikuburkan itu benar-benar telah bangkit dari dunia orang mati. Sampai sekarang masih banyak orang yang Di segala situasi dalam hidup ini marilah kita belajar untuk memiliki sikap seperti Maria yang percaya kepada Tuhan dan memiliki penyerahan penuh kepadaNya dengan berkata “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”  (38). 

                Pada Ayat 37, Malaikat Tuhan berkata sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil, itu artinya bahwa Allah sanggup melakukan apapun itu  sepanjang Ia mau untuk melakukannya. Bagi manusia memang itu tidak mungkin, dan menganggap yang tidak mungkin itu adalah sebuah mujizat besar yang dari Allah. Untuk memahami itu tentu manusia tidak boleh hanya bergantung kepada pikirannya sendiri, melainkan harus bergantung kepada pemikiran Allah yang luar biasa itu. Mari kita mencoba apa yang dikatakan Allah kepada bangsa Israel lewat Nabi Yesaya:   “Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu” (Yesaya 55:8-9).

                Demikianlah Allah ingin mempersiapkan sang Terang, yaitu sang Juruselamat yang lahir dari seorang peremupan pereawan Maria yang tidak pernah terpikiran oleh manusia itu.

Doa:      Ya Allah, terimakasih kuucapkan kepadaMu atas kasih setiaMu yang telah memberikan sang penyelamat bagi kami umatMu. Amin. (LHM)

TERANG TUHAN TERBIT ATASMU

Ev.   Yesaya 60:1-7

  Selamat Paskah! Tanpa terasa hari ini kita telah memasuki Minggu Advent keempat, itu artinya tinggal beberapa hari lagi kita akan memasuki hari yang kita nanti-nantikan yaitu, peringatakan kelahiran Tuhan Yesus. Perikop hari ini berkata kepada kita Bangkitlah dan menjadi teranglah. Semua orang pasti menginginkan terang dalam hidupnya, bahkan dapat dikatakan manusia sulit hidup tanpa terang. Coba bayangkan jika tidak ada terang matahari, maka dunia ini akan terus mengalami kegelapan dan kita tidak tahu tentang hitungan hari karena kegelapan menyelimuti bumi.

                Perikop kita hari ini bercerita tentang keadaan bangsa Israel sepulangnya mereka dari tanah pembuangan di Babel, mereka melihat semua telah hancur sehingga membuat suasana hati merekapun hancur. Dalam situasi seperti iti Allah berfirman kepada mereka: Bangkitlah dan menjadi teranglah. Allah memberikan sebuah harapan baru bagi mereka dimana terang akan segera terbit bahkan terang itu akan membuat mereka semakin merasakan kasih Allah yang besar bagi bangsa Israel.

                Bukankah terkadang kitapun mengalami hal yang sama? Karena banyaknya tantangan hidup ini, membuat kita sering merasakan dunia ini terasa gelap. Gairah untuk melakukan apapun nampak hilang karena semua pintu pengharapan telah tertutup. Saat ini Allahpun berbicara kepada kita bangkitlah dan menjadi teranglah. Allah sendiri ingin menjadikan kita sebagai terang tidak hanya bagi diri kita, melainkan juga bagi orang lain. Mari kita persiapkan diri kita untuk menyambut sang Juruseloamat itu dengan mau bangkit dan menjadi terang, yaitu dengan mau menyambut dan menerima Ia yang akan lahir itu. Amin.

Doa:      Ya Allah, terimakasih kuucapkan kepadaMu, karena Engkau telah hadir sebagai peTuhan, Bapaku, syukur atas kasihMu kepadaku. Aku mau memuliakan dan melayaniMu sebagai orang yang telah Kau ampuni dan memiliki pengharapan di dalam Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku. Amin. (LHM)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.