Senin, 16 Desember 2019

KITA MENJADI TERANG YANG BENAR

Sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya (1 Yohanes 2:8b)

Mat. 3:1-11                               BE. 42:1                              Luk. 1: 18-25

  Pagi itu begitu mendung. Awan kelabu yang melayang rendah memenuhi langit, dan cuaca yang sangat gelap membuat saya harus menyalakan lampu untuk bisa membaca buku. Saya baru saja merasa nyaman ketika ruangan saya tiba-tiba menjadi terang. Saya menengadah dan melihat angin sedang meniup awan mendung ke arah timur, sehingga langit menjadi cerah dan matahari pun kembali terlihat. Ketika saya mendekati jendela untuk melihat lebih jelas perubahan cuaca yang sedang terjadi, sepenggal ayat terlintas dalam benak saya: “Sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya” (1 Yoh. 2:8). Rasul Yohanes menulis kata-kata tersebut kepada orang percaya untuk menguatkan iman mereka. Ia kemudian berkata, “Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan” (Ay.10). Sebaliknya, ia menyamakan kebencian terhadap orang lain dengan tinggal terus di dalam kegelapan. Kebencian itu menyesatkan dan membuat kita kehilangan kesadaran moral. Pilihan kita untuk sungguh-sungguh mengasihi orang lain menunjukkan citra Allah yang sesungguhnya kepada dunia. Mengasihi orang tidak selalu mudah. Meskipun demikian, ketika melihat ke luar jendela, saya diingatkan bahwa rasa frustrasi, pengampunan, dan kesetiaan adalah bagian dari proses mempertahankan hubungan yang mendalam dengan Allah, sumber terang dan kasih. Dengan memilih untuk mengasihi daripada membenci orang lain, kita menunjukkan hubungan kita dengan Allah dan memancarkan terangNya kepada dunia di sekitar kita. “Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan” (1 Yoh. 1:5). Kita telah menerima terang Tuhan. Apa maksudnya kalau kita harus menjadi terang du dunia? Maksud terang adalah untuk dilihat. Hidup kita harus menjadi contoh. Terang berfungsi pembimbing, bagaikan lampu-lampu di setiap pelabuhan, hidup orangkita harus menjadi pembimbing; dan terang itu juga memberi peringatan.

Doa:      Ya Tuhan, aku ingin hidup di dalam terang anugerah dan belas kasihanMu. Amin! (LPH)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.