Minggu, 8 Desember 2019

Minggu Advent Kedua

SAMBUTLAH YESUS, DENGAR DAN LAKUKAN FIRMANNYA

Ep. Ulangan 18:15-19

  Nats ini masuk dalam perikop bertenung dan bernubuat (Ul. 18:9-22). Perikop diawali dengan Allah mempersiapkan umatNya sebelum umatNya memasuki Tanah Perjanjian (Tanah Kanaan). Untuk itu, mereka perlu diberitahukan tentang kehidupan masyarakat di Palestina yang marak dengan okultisme. Okultisme adalah faham atau ajaran yang mempercayai adanya kekuatan gaib yang tersembunyi dalam benda atau roh (arwah) tertentu. Allah menyampaikan perintah agar bangsa Israel tidak meniru praktek okultisme, karena   okultisme adalah kekejian di hadapan Allah. Allah menghendaki umatNya untuk mendengar dan melakukan Firman Allah. Melakukan okulltisme  akan binasa, mendengar serta melakukan Firman Allah akan selamat.

Allah menjanjikan akan membangkitkan seorang nabi dari antara umatNya untuk menyampaikan Firman Allah. Ini merupakan realisasi permintaan umat sebelumnya di Gunung Horeb. Umat harus mendengar dan melakukannya agar selamat. Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang tidak mendengar dan tidak melakukan FirmanNya. Siapakah Nabi itu? Nats menunjuk kepada Yesus Kristus, Juruselamat dunia, Allah yang menjadi manusia yang lahir 2000-an tahun yang lalu. Tuhan juga mengingatkan agar hati-hati dengan nabi-nabi palsu yang menyesatkan. Allah akan membinasakan nabi-nabi palsu tersebut.  

 Kini kita merayakan Minggu Advent Kedua, yaitu merenungkan Yesus (Nabi, Mesias, Allah yang menjadi manusia) yang lahir 2000-an tahun yang lalu dan menyongsong kedatanganNya yang kedua kalinya. Allah kita kenal melalui Yesus Kristus. Dia telah menyampaikan Firman Allah. Dialah Sang Juruselamat.

Doa:      Tuhan Yesus! Kuatkanlah kami, agar kami layak menyambutMu, mendengar FirmanMu dan melakukannya.  Amin. (WM)

FIRMAN ITU TELAH MENJADI MANUSIA

Ev. Yohanes 1:14-18

  Injil Yohanes (Yoh. 1:1)  dimulai dengan suatu pernyataan. Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, Firman itu adalah Allah. Firman itu punya kuasa.  Dia menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Melalui Firman itu, Allah  menyampaikan perintah dan kehendakNya, yang harus dilakukan semua orang. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara manusia, dan manusia telah melihat kemuliaanNya. Artinya, Allah mau turun dari kemuliaanNya ke dunia yang penuh dosa ini menjadi manusia. Siapakah Dia? Ayat 15 menunjuk kepada Yesus, Anak tunggal Bapa yang penuh kemuliaan, kasih karunia dan kebenaran. Dialah Juruselamat yang lahir pada 2000-an tahun yang lalu. Dia sungguh-sungguh Ilahi dan sungguh-sungguh manusia. Bukan setengah  Ilahi dan setengah manusia. Bukan hanya kelihatannya manusia tetapi sebenarnya Ilahi. Kenapa Firman itu  (Yesus) menjadi manusia? Supaya dekat dengan manusia, bersama-sama manusia, dan merasakan penderitaan manusia. Semua manusia telah berdosa. Karena itu, hanya Yesus yang tanpa dosa yang dapat menyelamatkan mqnusia yang berdosa. Yesus menawarkan keselamatan, tetapi yang selamat hanya yang beriman kepada Yesus,  mengakui  Yesus satu-satunya Juruselamatnya, dan melakukan kehendak Yesus. Keselamatan kini bukan karena melakukan Hukum Taurat, tetapi karena kasih karunia Yesus Kristus.

                Kita tidak lagi melihat Yesus secara fisik tetapi kita dapat melihatNya secara rohani.  Kita sangat dikasihiNya. Itu dibuktikanNya dengan pengorbananNya dan kematianNya di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita.  Masalahnya, apakah kita mengasihi Yesus? Apakah kita mengakuiNya sebagai satu-satunya Juruselamat kita? Apakah kita melakukan kehendakNya? Bila ”ya”, Firman yang telah menjadi manusia itu  akan menyelamatkan kita.

Doa:       Ya Allah! Kami berterima kasih kepadaMu karena kami telah diselamatkan oleh kasih karunia Yesus Kristus. Amin. (WM)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.