Minggu, 1 Desember 2019

Minggu Advent Pertama

YANG SETIA DAN YANG BENAR

Ep.   Wahyu 19:11-16

  Nats ini menyebutkan tiga nama untuk Tuhan Yesus, yaitu: Yang setia dan yang benar, Firman Allah, dan Raja segala raja dan Tuan dari segala tuan. Yesus setia menjalankan misinya turun ke bumi sebagai manusia dan rela disalibkan sebagai tebusan atas dosa-dosa manusia. Dengan kesetiaan Yesus itu, kebenaran dan keadilan Allah sudah ditegakkan. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama (Filipi 2:9). Pada waktu kedatanganNya yang kedua kalinya, Tuhan Yesus yang setia itu akan menegakkan kebenaran dan keadilan. Semua orang percaya yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, akan naik ke surga, hidup kekal bersama Yesus. Yang tidak percaya, tinggal di neraka untuk selamanya.

                Kedua, Yesus disebut Firman Allah yang hidup. Artinya pemberitaan Firman Tuhan sebagaimana tertulis dalam Alkitab, baik Perjanjian Lama, maupun Perjanjian Baru, berpusat pada pemberitaan Tuhan Yesus dan Kerajaan Surga. Tujuan pemberitaan itu adalah supaya semua umat manusia dan semua mahluk mengaku bahwa Yesus adalah Raja dari segala raja dan Tuhan dari segala tuan.

                Nats ini mengingatkan kita sekarang ini supaya berjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan Yesus untuk keduakalinya. Dia yang telah setia berkorban untuk menebus dosa-dosa kita, maka kita juga dituntut supaya tetap setia percaya kepadaNya dan setia mengikut Dia dan memikul salibNya. Kita juga harus tekun membaca Firman Tuhan sebagai sumber kehidupan kita, dan menerima Yesus sebagai roti kehidupan kita. Maka pada kedatanganNya yang kedua kalinya, kita sudah siap menyambut Dia sebagai Raja dari segala raja dan Tuhan dari segala tuan. BagiNya-lah kemuliaan untuk selama-lamanya.

Doa  :     Terima kasih Tuhan yang setia menegakkan kebenaranMu. Kami mempersiapkan diri untuk menyambut dan memuji Engkau sebagai Raja dari segala raja. Amin. (PJS)

TUHAN MENGHIBUR UMATNYA MELALUI YESUS

Ev.   Yesaya 40:1-8

  Jeritan penderitaan bangsa Israel di pembuangan di Babel terdengar juga oleh Tuhan. Tuhan merasa iba dan melalui Yesaya Tuhan menyampaikan janji penghiburan, bahwa umatNya akan dilepaskan dari penderitaan perhambaan, dan akan dibawa kembali ke Jerusalem. Karena kasih setia Tuhan, dosa pemberontakan mereka diampuni. Mereka akan dibawa kembali ke Yerusalem, bukan karena sudah melakukan segala yang baik di hadapan Tuhan, akan tetapi hanya karena kasih setia Tuhan melihat penderitaan mereka.  Pada saat raja Koresh memerintah, dia mempersilahkan semua bangsa Israel kembali ke Yerusalem dan membangun kembali bait suci Allah.

                Demikian juga semua umat manusia telah menderita karena terbelenggu oleh dosa-dosa mereka. Tidak ada yang mampu keluar dari belenggu dosanya itu dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Hanya dengan kasih setia Tuhan, manusia dapat keluar dari penderitaan perbudakan dosa itu, yaitu melalui penebusan Tuhan Allah sendiri dengan rela turun ke bumi sebagai manusia Yesus, yang kemudian disalibkan menggantikan kita umatNya. “Sebab di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih setiaNya” (Efesus 1:7). “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1Yoh. 1:9).

                Kita dihibur dan diselamatkan karena kasih setiaNya di dalam Yesus Kristus yang kelahiranNya akan segera kita rayakan. Dalam menyongsong pesta merayakan Natal tersebut, kita harus meluruskan hati dan pikiran kita, meratakan segala lembah dan bukit yang dapat menggangu perhatian kita, supaya kita bersama semua umat dapat melihat kemuliaan Tuhan dan memuji Dia.

Doa  :     Terima kasih Tuhan atas kasih setiaMu menghibur dan menyelamatkan kami melalui kelahiran dan pengorban Tuhan Yesus. Amin. (PJS)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.