Minggu, 24 November 2019

Minggu Akhir Gerejawi/Peringatan Bagi Orang Meninggal

ALLAH HAKIM YANG MAHA AGUNG

Ep.   Matius 13:47:50

  Melalui perumpamaan ini digambarkan bahwa dunia ini adalah laut yang sangat luas dan anak-anak manusia digambarkan sebagai ikan di laut yang tidak mempunyai pemerin-tahan.  Memberitakan Injil itu seperti menebarkan pukat ke laut untuk menangkap sesuatu dari dalamnya bagi kemuliaan Dia yang berkuasa atas laut. Hamba Tuhan adalah penjala-penjala manusia yang dipekerjakan untuk menebarkan dan menarik pukat atau jala. Mereka hanya dapat memperoleh tangkapan yang banyak dengan cepat jika mereka menuruti perkataan Yesus.

Pukat itu mengumpulkan segala macam tangkapan.  Apabila pukat itu sudah penuh dan diseret ke pantai, akan ada pemisahan antara yang baik dan yang jahat yang terjaring di dalamnya. Para malaikat sorga akan tampil untuk melakukan pemisahan yang tidak pernah bisa dilakukan pemimpin gereja. Mereka akan memisahkan orang jahat dari orang benar. Kita tidak perlu bertanya bagaimana mereka akan membedakannya karena Tuhan Yesus mengenal nama-nama orang kepunyaanNya. Karena itu kita bisa yakin bahwa para malaikat sorga tidak akan berbuat salah dan keliru. Orang jahat setelah dipisahkan akan dicampakkan ke dalam dapur apai. Kesengsaraan dan siksaan kekal sudah pasti akan menjadi bagian mereka. Betapa mengerikan.

                Orang Kristen sejati akan dikumpulkan untuk memperoleh anugerah yang lauar biasa indahnya yaitu hidup kekal bersama Yesus di Sorga. “Berbahagialah orang yang mati dalam Tuhan sejak sekarang ini”. “Sungguh”, kata Roh, supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka (Wahyu 14:13). Marilah kita terima anugerah hidup kekal dari Allah Bapa itu dengan percaya sungguh-sungguh kepada Yesus.

Doa  :     Ya Tuhan Yesus, tuntunlah kami agar sungguh-sungguh percaya kepadaMu, supaya pada saat penghakimanMu tiba, kami hidup bersamaMu untuk selamanya. Amin. (RP)

ALLAH MENGHAKIMI BANGSA-BANGSA

Ev.   Habakuk 3:1-6

  Minggu ini adalah minggu akhir tahun gerejawi yang sekaligus minggu mengingat orang-orang mati. Kita mengingat orang-orang mati untuk mengingatkan kita bahwa kelak juga seperti saudara-saudara kita yang sudah lebih dulu meninggal, kitapun akan meninggal. Melalui peringatan ini kita yang masih hidup diingatkan untuk mempersiapkan diri kalau kelak Tuhan memanggil kita, kita meninggal didalam Tuhan. Karena berbahagialah orang yang mati di dalam Tuhan. Kita mau meninggal di dalam Tuhan karena kita akan kembali bersama Yesus Kristus di Sorga. Itulah tujuan hidup kita sebagai orang percaya. 

Allah membangkitkan bangsa Babel yang akan menghukum para pemimpin Yerusalem yang jahat yang memberontak kepada Tuhan. Tuhan mengangkat bangsa Babel untuk menghukum Israel karena kemurtadan mereka. Bangsa Israel tidak mengingat perbuatan baik yang telah Tuhan lakukan dengan membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir, dan membawa mereka ke tanah Kanaan yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham, Ishak dan Yakub. Dalam pembuangan di Babel Habakuk berdoa kepada Tuhan supaya Tuhan di dalam amarahNya tetap mengingat kasih setiaNya kepada bangsa Israel. Dimohonkan supaya bangsa itu tidak dimusnahkan, tetapi supaya mereka bertobat dan kembali kepada Allah. 

Marilah kita mengingat kebaikan Tuhan Yesus yang telah diberi-kanNya kepada kita. Dia rela mati sebagai orang terkutuk di Kayu Salib untuk keselamatan kita. Mari kita melakukan pekerjaan baik sebagai ucapan syukur kita kepadaNya selagi Dia masih memberi nafas bagi kita. Tidak selamanya kita dapat bekerja, karena itu selagi hari masih siang mari kita bekerja untuk Tuhan. Mari tetap memelihara iman kita kepada Yesus, supaya pada saat penghakimanNya, kita bersama Dia di sorga.

Doa  :    Tuhan Yesus. Tuntun kami untuk taat mengikutiMu, sehingga saat kami meninggal, kami meninggal di dalam Engkau. Amin. (RP)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.