Senin, 18 November 2019

SEGERA BERTOBAT DAN MULIAKANLAH TUHAN

Permuliakanlah Tuhan, Allahmu, sebelum Ia membuat hari menjadi gelap, sebelum kakimu tersandung di atas bukit-bukit yang diliputi senja (Yeremia 13:16a)

Luk. 14:15-24                           BE. 440:1-2                         2 Tes. 3:1-12

  Semula Tuhan merancang bangsa Israel dan Yehuda sangat dekat dengan Tuhan seperti ikat pinggang yang melilit dan melekat di pinggang seseorang. Supaya dengan demikian mereka menjadi umat Tuhan, ternama dan terhormat (Ayat 11). Namun bangsa ini ternyata congkak dan jahat, tidak mau mendengarkan perintah Tuhan, mereka mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti allah lain untuk beri-badah dan sujud menyembahnya. Oleh sebab itu, mereka akan menjadi seperti ikat pinggang yang lapuk dan tidak berguna lagi (Ayat 10).

                Sebelum hukum murka Tuhan terjadi, Tuhan melalui nabi Yeremia mengingatkan bangsa Israel dan Yehuda segera bertobat; jangan tinggi hati dan sungguh-sungguh memuliakan Tuhan. Segera bertobat sebelum Tuhan membuat hari terang menjadi gelap. Kalau mereka tetap mengeraskan hati tidak mau bertobat, maka raja dan permaisuri Bangsa ini akan diturunkan ke tempat yang rendah sekali, pintu gerbang Yerusalem akan tertutup, dan seluruh umat Yehuda akan diangkut ke dalam pembuangan (Ayat 18-19). Sejarah menunjukkan bahwa Bangsa ini tetap mengeraskan kedegilan hatinya dan tidak mau bertobat; dan karena itu mereka harus mengalami penderitaan yang sangat berat di pembuangan di Babel selama 70 tahun.

                Rancangan Tuhan ini juga diserukan kepada kita sekarang ini. Tuhan merancang supaya kita dekat kepadaNya seperti ikat pinggang yang melekat di pinggang Tuhan. Dan untuk itu, kita diminta supaya selalu rendah hati atau tidak congkak, selalu memuji memuliakan Tuhan dan tidak menyembah berhala dan kuasa dunia ini. Dan bila kita terge-lincir melakukan dosa, segera bertobat dan minta ampun kepada Tuhan.

Doa  :     Tuhan ajar kami selalu dekat kepadaMu, serta memuji dan  
               memuliakan namaMu saja. Amin. (PJS)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.