Minggu Keduapuluhsatu Setelah Trinitatis

NASEHAT DALAM HUBUNGAN  ANTAR MANUSIA

Ep.   Efesus 6:1-9

  Paulus menyampaikan nasehat dalam hubungan antar manusia. Yang pertama, dalam hubungan antara anak dengan orangtua. Menghormati orangtua adalah kewajiban setiap anak, karena itu perintah Tuhan (Kel. 20:12). Kepada anak yang menghormati orang-tuanya, Allah memberikan berkat  panjang umur. Dalam Ulangan 5:16, dijanjikan berkat tambahan, yaitu baik keadaanmu, artinya hidup bahagia dan damai sejahtera. Allah memilih orangtua bagi setiap anak, dan menempatkan mereka melebihi orang lain. Itu sebabnya, kedudukan orangtua istimewa dan terhormat. Orangtua sering disebut dengan Allah yang dilihat, wakil Allah, representasi Allah di dunia ini. Hormat berarti akuilah kewibawaannya, atau hargailah dia setinggi-tingginya. Hormat dapat juga berarti respek dan taat dalam segala hal (Kol. 3:20), walaupun orangtua itu sudah lansia, sakit-sakitan, miskin, lemah, dan mempunyai kesalahan. Tetapi orangtua juga punya kewajiban, yaitu agar tidak membangkitkan amarah anak-anaknya. Dalam Kolose 3:21 disebut jangan sakiti hati anakmu supaya jangan tawar hatinya.

                Yang kedua, dalam hubungan antara majikan dengan hamba. Setiap hamba agar taat kepada majikannya seperti taat kepada Kristus. Taat dengan tulus, sukacita, dan tanpa terpaksa. Hal itu ditunjukkan dengan bekerja baik, rajin, dan tepat waktu. Tetapi, majikan juga punya kewajiban, yaitu agar  mengasihi hambanya. Tidak menindas, tidak mengancam, memberikan upah yang layak, dan melindungi. Di hadapan Allah, majikan dan hamba adalah sama.

                Apakah saudara masih punya orangtua? Hormatilah mereka ketika mereka masih hidup agar mereka merasakan dan menikmatinya. Apakah saudara punya anak? Jangan bangkitkan amarahnya. Apakah saudara hamba? Taatilah majikanmu. Apakah saudara seorang majikan? Kasihilah hambamu. Kasihilah semua orang.

Doa  :     Tuhan, ajarilah kami agar hormat dan taat kepada orang tua dan majikan, dan kasih kepada semua orang. Amin. (WM)

DENGAR DAN LAKUKANLAH NASEHAT

Ev.   Amsal 19:20-29

  Kitab Amsal dimasukkan dalam kategori kitab karya sastra hikmat dan karya sastra puisi. Hikmat itu bersumber dari Allah dan dapat diperoleh manusia apabila mereka sungguh-sungguh takut akan Tuhan dan setia kepadaNya. Tempat kedudukan hikmat adalah hati, pusat keputusan moral (1 Raj. 3:9,12). Karena itu dengan hikmat, seseorang mampu melihat, memilih, dan melakukan yang terbaik di dalam kehidupannya. Kenapa? Karena berisikan banyak nasehat yang perlu didengar dan dilakukan.

                Dalam nats, apa yang perlu didengar dan dilakukan?  1) Menjadi bijak, tetapi tetap mencari rencana Tuhan, karena rencana Tuhanlah yang terlaksana. 2) Setia dan tidak berbohong,  karena yang diinginkan adalah kebaikan. 3) Takut akan Tuhan karena akan mendatangkan hidup. 4) Jangan malas. 5) Menegur pencemooh. 6) Menghormati orangtua. Jangan menganiaya atau mengusir mereka. 7) Jangan mendengar didikan kalau  masih menyimpang dari perkataan-perkataan yang memberikan pengetahuan. 8) Jangan menjadi saksi dusta.

                Apakah hikmat berisi nasehat-nasehat itu hanya berlaku pada masa Perjanjian Lama? Tentu tidak. Hikmat berupa nasehat-nasehat itu berlaku juga pada masa Perjanjian Baru, bahkan untuk kita orang Kristen pada masa kini. Di Republik ini banyak orang pintar, tetapi langka orang berhikmat. Banyak orang yang mengejar keinginan hatinya dengan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah. Kepin-taran mereka dipakai untuk membohongi orang-orang bodoh. Orang berhikmat adalah orang yang mau mendengar dan melakukan nasehat. Allah mengudang kita untuk memperoleh hikmat. Apakah kita mau atau berdalih? Kalau mau, mintalah hikmat itu kepada Allah di dalam Yesus, karena Dialah sumber hikmat  (Ams. 2:6).

Doa  :    Ya Allah! Berikanlah hikmat kepada kami, agar kami mampu mendengar dan melakukan segala yang baik sesuai dengan nasehat dan kehendakMu.  Amin.  (WM)