PERBUATAN ALLAH YANG BESAR DAN AJAIB

Yang melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak terduga, dan keajaiban-keajaiban yang tidak terbilang banyaknya (Ayub 9:10)

Ibr. 7:23-28                               BE. 489:2                          1 Tes. 2:17-20

  Ayub mulai mengutuki dirinya, dan menyesali hari kelahirannya akibat beratnya penderitaan yang dia hadapi (Ayub 3). Barang kali kita pun mungkin sama seperti Ayub kalau mengalami penderitaan seperti yang dialami Ayub. Banyak pemeluk agama yang memakai hukum sebab akibat. Kalau orang menderita berarti adalah akibat perbuatan yang melawan Firman Tuhan dan itu merupakan hukuman. Demikian juga ketiga sahabat Ayub, yaitu Elipas, Bildad dan Sapa melihat bahwa yang terjadi adalah hukuman akibat perbuatan jahat di mata Tuhan. Sebab Tuhan tidak pernah berbuat salah kepada setiap orang. Jadi, penderitaan Ayub dipandang sebagai akibat dosanya.

                Tetapi dalam hal penderitaan Ayub, tidak demikian. Ayub tidak berbuat dosa. Dia adalah seorang yang setia kepada Allah, seorang yang baik budi dan tidak berbuat kejahatan sedikit pun. Ayub tidak mau tergoda dengan pendapat para sahabatnya, sebab apa yang dipikirkan manusia, tidaklah dapat diperhadapkan dengan keagungan Tuhan yang telah melakukan perbuatan-perbuatanNya yang ajaib. Hal itulah yang disaksikan Ayub dalam nats ini: ”Tuhan yang melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak terbilang banyaknya”.

                Demikian juga kita sekarang ini perlu menyaksikan perbuatan besar yang dilakukan Allah terhadap manusia, yang memberikan AnakNya yang Tunggal, Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosanya. Bila kita harus mengalami penderitaan berat, jangan cepat meragukan kesetiaan Tuhan, marilah kita lihat perbuatan-perbuatan besar Allah dalam setiap kehidupan kita.

Doa  :    Tuhan, berikanlah kami hikmat sehingga kami dapat memahami dan menyaksikan banyak perbuatan-perbuatan besarMu yang ajaib. Amin. (BSS)