TUHAN YANG MAHA KUASA

Pada Dialah kuasa dan kemenangan, Dialah yang menguasai baik orang yang tersesat maupun orang yang menyesatkan (Ayub 12:16)

Luk. 22:31-34                             BE. 468:1                         1 Tes. 2:13-16

  Penderitaan Ayub sangat luar biasa. Semua harta kekayaannya hancur. Semua anaknya mati. Dia sendiri kudisan dan bau, sehingga banyak temannya bahkan isterinya menjauh dan mengejek dia. Hampir-hampir dia setuju dengan teman dan isterinya untuk tidak percaya lagi kepada Tuhan. Kita sukar membayangkan bagaimana sikap kita, bila kita sendiri juga harus mengalami penderitaan seperti yang dialami Ayub ini.

                Untunglah Ayub cepat sadar akan besarnya kekuasaan dan hikmat Allah. Dia mengaku bahwa Tuhan Allah-lah yang melakukan segala keajaiban dunia; di dalam tanganNya terletak nyawa segala yang hidup dan nafas setiap manusia. Pada Allah-lah hikmat dan kekuatan, Dia-lah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian (Ayat 10, 13). Di akhir penderitaannya, Ayub berkata kepada Tuhan: “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencanaMu yang gagal” (Ayub 42:2). Dia menyesali keraguannya atas kesetiaan Tuhan dan dia berdoa dan kembali berserah kepada Tuhan.  Lalu Tuhan memulihkan Ayub dan memberikan kepadanya dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu itu.

                Kita juga dalam hidup ini bisa mengalami penderitaan yang terasa sangat berat.  Bila terjadi hal seperti itu, nats ini mengingatkan kita supaya tidak pernah meragukan kesetiaan Tuhan. Dia Maha Kuasa dan dapat mengubah penderitaan kita menjadi sukacita yang berlipat ganda. Jangan pernah meninggalkan Tuhan, tetaplah setia bersama Dia. Dia Maha Kasih dan kita sangat berharga di mata Tuhan (Yesaya 43:4).

Doa   :      Kuatkan kami Tuhan, agar sikap iman kami tidak pernah berobah kepadaMu, bahwa Engkau Maha Kuasa dan selalu mengasihi kami. Amin. (MPSil)