JANGAN JEMU BERBUAT BAIK

Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik (2 Tesanonika 3:13)

Kis. 20:7-12                                BE. 727:1                          1 Tes.1:1-10

  Gambaran jemaat dalam surat 2 Tesalonika ini dianggap berbeda dengan gambaran jemaat dalam surat yang pertama. Pada Surat kedua ini, jemaat di Tesalonika salah mengerti dan kebingungan atas pernyataan yang mengatakan: “hari Tuhan (parousia) telah tiba” (2 Tes.2:2). Di kalangan jemaat berkembang pandangan yang tidak perlu lagi memperdulikan tubuh atau daging, karena jemaat menganggap dirinya telah disempurnakan oleh Roh. Pandangan demikian membuat jemaat kemudian lebih senang dengan cara hidup bermalas-malasan dan kurang memperhatikan ketertiban. 

                Melihat keadaan demikian, Paulus menanggapi pengajaran itu. Melalui surat ini Paulus berharap agar jemaat tetap melanjutkan kegiatan seperti biasanya sambil tetap melaksanakan kewajiban sebagai orang Kristen. Paulus menasihatkan jemaat agar menjauhkan diri dari orang-orang yang sudah tidak mau bekerja (2 Tesalonika 3:6), dan mendorong mereka untuk tetap giat bekerja. Yang dimaksudkan Paulus adalah mengikuti teladannya yang tetap “berusaha dan berjerih payah siang malam”, selain melaksanakan tugas utamanya sebagai pemberita Injil.

 Jemaat di Tessalonika dan kita sekarang ini diajarkan supaya dalam menantikan kedatangan Yesus yang kedua tidak hanya dengan berdoa, tetapi juga dengan giat bekerja. Dalam 2 Tesalonika 3:10, Paulus menegaskan bahwa “jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan”. Dari semua yang diajarkan oleh Paulus dalam memantikan kedatangan Yesus yang kedua kali adalah: Janganlah jemu-jemu berbuat baik. Itulah juga cara hidup kita sekarang sebagai orang percaya. Menjadi surat Kristus yang terbuka dan dibaca oleh semua orang adalah keberadaan hidup kita yang harus nyata.

Doa  :       Bapa, tuntunlah kami dengan kuasaMu untuk selalu berbuat baik bagi bagi semua orang. Amin. (TSH)