Minggu, 27 Oktober 2019

Minggu Kesembilanbelas Setelah Trinitatis

ALLAH MENGASIHI ORANG YANG SUCI HATINYA

Ep. 1 Korintus 6:1-8

  Paulus di sini sekan mau berkata kepada kita bahwa tidaklah tepat jika kita saling menuntut dalam sebuah persidangan, apalagi sesama seiman. Untuk menuntut kebenaran tidaklah harus dengan mengadukan seseorang ke kepolosian untuk kemudian diminta berita acara hingga membawanya ke persidangan.  Sekalipun kita memenangkan sebuah perkara dalam persidangan namun, hal tersebut tidaklah tepat, demikian Rasul Paulus memberikan kesaksiannya dalam perikiop epistel dalam hari minggu ini. Demikian kemudian Paulus memberikan kesaksiannya: Jika kita mempunyai perselisihan dengan orang percaya lainnya, maka kita jangan terburu-buru mengajukan saudara kita itu ke pengadilan, karena masih ada orang-orang kudus yang mampu menyelesaikan permasalahan tersebut. Lebih lanjut Paulus dengan gaya retorika bertanya, “Tidak tahukah kamu bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia?”

                Mengapa Paulus berkata demikian? Jika orang-orang percaya telah saling menuntut kebenaran di persidangan, bukankah itu berarti bahwa orang-orang kudus atau orang-orang suci sudah tidak ada lagi di dunia ini? Atau kalaupun keadaan mereka masih ada, itu berarti mereka tidak memiliki arti apapun.

                Bukankah segala perselisihan yang terjadi lebih baik dibawa ke tengah keluarga, ke tengah gereka atau kepada orang yang kita pandang dituakan, agar diambil sebuah sikap untuk berdamai? Sebenarnya terjadi saja konflik itu menunjukkan bahwa kita tidak lagi memiliki hati yang suci, karena orang-orang yang memiliki hati suci adalah orang yang tidak pernah membesarkan persoalan kecil bahkan seharusnya memperkecil persoalan yang ada. Ingat dan ketahuilah bahwa Tuhan itu mengasihi orang yang suci hatinya, karena hanya pada merekalah sumber perdamaian itu akan didapatkan.

Doa: Ya Tuhan, ajarilah dan kuatkanlah aku untuk selalu mengutamakan perdamaian kala mana ada perselisihan, AMIN. (LHMS)

ALLAH MENGASIHI ORANG YANG SUCI HATINYA

Ev. Amsal 22:8-12

Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa. Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja. Mata TUHAN menjaga pengetahuan, tetapi Ia membatalkan perkataan si pengkhianat. harus dengan mengadukan seseorang ke kepolosian untuk kemudian.

                Perikop kita hari minggu ini seakan mau berkata tentang tabur tuai, apa yang engkau tabu maka itu yang akan engkau tuai. Menabur dan menuai adalah duan hal yang saling berkaitan dan merupakan sebab akibat. Karena kita menabur maka kitapun menuai, hal tersebut tentu tidak saja terjadi dalam dunia pertanian namun juga dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita menanam benih yang baik maka kitapun akan menuai hasil yang baik pula. Jika kita menabur kebaikan maka suatu saat kitapun akan menuai kebaikan. Itu juga terjadi pada kebalikannya jika kita menabur kejahatan maka kitapun akan menuai hal-hal yang jahat.

                Orang yang suci hatinya maka akan dikasihi dan menjadi sahabat raja, mengapa? Karena orang yang suci hatinya cenderung perkataan dan perbuatannya selalu menyukakan hati banyak orang. Orang yang sucinya hatinya pasti akan dikasihi Tuhan, karena mereka adalah orang-orang yang lebih mengutamakan perdamaian ketimbang perselisihan. Orang yang suci hatinya adalah orang-orang yang tidak mementingkan dirinya melainkan mementingkan kepentingan banyak orang. Orang yang suci hatinya adalah orang yang tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan melainkan membalasnya dengan kabaikan. Itulah sebanya dikatakan bahwa Tuhan sangat mengasihi orang-orang yang suci hatinya.

Doa: Ya Tuhan, ajarilah aku untuk selalu berkata dan berperilaku baik, karena aku yakin Engkau akan mengasihi orang yang suci hatinya, AMIN (LHMS)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.