Minggu, 20 Oktober 2019

Minggu Kedelapanbelas Setelah Trinitatis

MENYEMBAH ALLAH DALAM ROH DAN KEBENARAN

Ep. Yesaya 2:2-5

  Segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari kita naik ke gunung Tuhan… supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalanNya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem,” demikianlah isi nubuatan Nabi Yesaya pada abad ke-8 SM. Nubuatan tersebut telah tergenapi pada zaman Yesus Kristus. Istilah “gunung Tuhan” bukan lagi menunjuk pada bangunan Bait Suci di Yerusalem, melainkan menunjuk pada Yesus Kristus yang mati pada kayu salib di Golgata. Dia mati pada kayu salib karena Dia menggantikan semua manusia berdosa, termasuk kita, untuk menanggung hukuman dari Tuhan Allah Bapa atas dosa-dosa kita. Lalu, kebangkitanNya dari dunia orang mati menjamin bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus pasti dibenarkan oleh Tuhan Allah Bapa, hidup dalam damai sejahtera denganNya, dan hidup di dalam kasih karuniaNya (Rom. 5:1-2), serta pasti tidak akan mengalami penghukuman kebinasaan (Rom. 8:1).

Ajakan “Mari kita naik ke gunung Tuhan” merupakan ajakan untuk datang menghampiri Tuhan. Kita dapat datang menghampiri Tuhan di mana saja dan kapan saja asal “di dalam roh dan kebenaran” (Yoh. 4:23-24). Menyembah Tuhan “di dalam roh dan kebenaran”  sangat berkaitan erat dengan iman di dalam Yesus Kristus. Karena kita telah mengakui dan mengandalkan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat demi memperoleh keselamatan dan hidup kekal, maka kita telah “dilahirkan dari Roh” (Yoh. 3:5) dan memiliki akses/jalan masuk untuk menghampiri Tuhan Allah Bapa (Ibr. 9:9, 24). Karena itulah kita bergemar menyembahNya. Amin

Doa:      Ya Tuhan Allah Bapa, aku berkomitmen untuk menyembah Engkau di dalam roh dan kebenaran, karena kasihMu yang kuterima di dalam Yesus Kristus. Amin. (PSW)

“MENYEMBAH ALLAH DALAM ROH DAN KEBENARAN”

Ev. Yohanes 4:21-26

  Aku tahu bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami (Ay. 25),  demikian dikatakan oleh si perempuan Samaria kepada Yesus saat mereka berdialog di dekat sumur Yakub (Ay. 6). Lalu Yesus menjawabnya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau” (Ay.26). Yesus sendiri yang menyatakan bahwa Dia adalah Mesias (bhs. Ibrani: Mesiah) atau Kristus (bhs Yunani: Kristos) yang sudah lama dinubuatkan oleh para nabi di PL dan telah tergenapi. Hanya di dalam Yesuslah kita memperoleh hidup yang sejati dan kekal, sebagaimana maksud dari Injil yang dituliskan oleh Yohanes: “… semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup di dalam namaNya” (Yoh. 20:31).

Betapa beruntung kita yang beriman kepada Yesus Kristus!  Hanya melalui Yesuslah kita dapat mengenal dan menyembah satu-satunya Tuhan Allah yang benar, sebagaimana disembah oleh Abraham, Ishak, dan Yakub. Yesus menyatakan “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6). Di luar Yesus Kristus, ibadah/kebaktian/penyembahan sia-sia saja, sebab tidak sampai kepada satu-satunya Tuhan Allah yang benar. Tuhan Allah sendiri menghendaki “penyembah-penyembah benar yang menyembah Dia di dalam roh dan kebenaran” (Ay. 23-24). Menyembah Tuhan Allah Bapa “di dalam roh dan kebenaran” itu sangat berkaitan erat dengan iman di dalam Yesus Kristus. Karena itulah kita bergemar menyembahNya. Amin 

Doa:      Ya Tuhan Allah Bapaku, aku berkomitmen untuk menyembah Engkau di dalam roh dan kebenaran, karena kasihMu telah kuterima di dalam Yesus Kristus. Amin. (PSW)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.