DOA MINTA TOLONG

Segala tulangku berkata: “Ya, Tuhan, siapakah yang seperti Engkau, yang melepaskan orang sengsara dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya, orang sengsara dan miskin dari tangan orang yang merampasi dia? (Mazmur 35:10)

Luk. 21:10-19                          BE. 202:1+5                      2 Kor. 12:19-21

Nats renungan kita hari ini adalah sebagian dari doa Daud minta tolong kepada Tuhan menghadapi musuh-musuhnya. Doa ini kedengarannya sangat keras. Peristiwa ini terjadi selang waktu antara pengurapan Daud menjadi Raja Israel kedua, menggantikan raja pertama, Saul dengan waktu pelantikannya. Pengurapan Tuhan dilakukan melalui Samuel (1 Sam 16:12-13). Pada saat itulah Daud terpaksa lari dari orang-orang yang dengan tanpa alasan berusaha untuk membunuh Daud. Saat itulah dia berdoa kepada Tuhan minta pertolongan. Doa ini untuk memperoleh keadilan yang tulus bukan untuk balas dendam pribadi. Dia menginginkan standar moral Allah yang sempurna bagi bangsanya.

Oleh karena itu menurut saya melalui nats ini kita diingatkan agar memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Pertama, nasehat hidup dalam kasih. Daud tidak mengatakan bahwa Ia akan membalas dendam, tetapi dia menyerahkan masalah tersebut kepada Allah. Jadi hanya merupakan penyerahan diri, selanjutnya Tuhan lah yang bertindak. Ingat kata Paulus, saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan. Firman Tuhan mengatakan, Akulah Tuhan yang akan menuntut pembalasannya (Rom 12:19). Dan jika seterumu lapar, berilah dia makan; Jika ia haus, berilah ia minum (Ayat 20).

Kedua, menjalani hidup ini tidak ada yang lepas dari pergumulan menghadapi berbagai-bagai masalah baik untuk orang percaya maupun orang yang tidak percaya.

Doa:       Tuhan, tuntun kami dan mampukan untuk selalu berserah kepada Tuhan sehingga hidup kami berkenan kepada Tuhan. Amin. (SS)