BERTOBAT MENGHINDARI MAUT

Tuhan telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut. (Mazmur 118:18)

Ibr. 10:35-39                              BE. 231:1+4                   2 Kor. 12:11-18

Tidak ada orang tua yang tidak menghajar anaknya kalau mereka melakukan kejahatan; tetapi tidak ada orang tua yang menghajar anaknya sampai menemui maut. Demikian juga Allah menghajar orang-orang yang dikasihiNya sebagai teguran atau peringatan sesuai dengan cara Allah. Hukuman kekal bagi orang yang tidak mau bertobat akan diberikan pada akhir zaman.

                Tetapi Allah tidak menginginkan kematian orang fasik, melainkan Allah berkenan kepada pertobatan orang fasik itu melalui pertobatannya, supaya ia hidup (Yeh. 33:11a). Pengampuan Allah lebih besar daripada segala dosa-dosa kita dan sudah dinyatakan dalam Tuhan Yesus Kristus. Dia telah menghapus dosa-dosa kita di kayu salib.

                Bagi orang-orang yan mau bertobat dari dosa-dosanya, kasih karunia Allah diberikan di dalam Tuhan Yesus. Itulah yang dinyatakan Pemazmur dalam nats ini, Allah menghajar orang-orang pelaku kejahatan dengan keras tetapi tidak menyerahkan mereka ke dalam maut jika mereka bertobat.

                Itu sama halnya dengan orang-orang binaan yang ada di berbagai LP di Indonesia, mereka banyak yang bertobat dan akhirnya lebih memilih untuk membaca Firman Tuhan setiap hari. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kesungguhannya untuk meninggalkan perilaku yang tidak benar dan kembali ke jalan Tuhan.

                Oleh karena itu mari kita mengaku dosa-dosa kita, memohon pengampunan kepada Tuhan Yesus dan menerima dia menjadi Juruselamat kita.

Doa:       Ya Allah berikanlah Roh KudusMu kepada kami sehingga kami mampu mengaku dosa-dosa kita dan bertobat. Amin. (BSS)