Senin, 30 Setember 2019

MEMIKUL SALIB MENGARAHKAN KITA TERTUJU PADA TUHAN

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagiKu (Matius 10:38)

1 Tim. 4:6-10                              BE. 698:1                         2 Kor. 7:12-16

  Hidup adalah pilihan, apakah orang Kristen setia mengikut kehendak Yesus atau lebih memilih mengikut arus kehendak dunia yang bertentangan dengan kebenaran Kristus. Memikul salib adalah mengambil bagian di kehidupan kekal melalui proses menyerahkan hidup kita pada Yesus. Memilih mengikut Yesus sambil memikul salib pasti lebih berat dari yang tidak memikul salib. Mengikut Yesus tanpa memiliki beban membuat kita mudah tergoda arus dunia dan tidak fokus pada tujuan hidup kekal yang disediakan Tuhan.

Memikul salib berarti kesediaan orang percaya menanggung segala konsekuensi atas kesetiaan mengikut Tuhan Yesus. Jadi salib berarti penanggalan keinginan daging dan hawa nafsu. Salib berarti kemauan dan ketaatan untuk melakukan kehendak Allah Bapa dan mengarahkan hidup kita tertuju pada Tuhan. Memikul salib merupakan syarat mengikut Yesus sehingga layak beroleh mahkota kemenangan. Untuk meraih keberhasilan, harus bersedia menghadapi penderitan maupun rasa sakit: “No crown without Cross, No gain without pain”.

Pilihan memikul salib adalah bagian dari disiplin diri untuk menundukkan keinginan daging (Gal.5:24). Memikul salib sebagai disiplin pembaharuan budi menghadapi arus godaan duniawi (Roma 12:2). Memikul salib sebagai komitmen rela menderita demi melakukan kebenaran dan keadilan (Mat 5:10-12). Sebagai orang percaya, tetaplah setia memikul salib dan mengikut Yesus.

Doa  :    Ya Tuhan, berilah kami kekuatan agar taat dan setia memikul salib kami, mengikut Yesus Kristus sehingga hati dan jiwa kami tertuju pada kehendak Tuhan. Amin. (JB)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.