Minggu, 22 September 2019

Minggu Keempatbelas Setelah Trinitatis

SUDAH TERTULISKAH NAMAMU DI KITAB KEHIDUPAN?

Ep.  Wahyu 20:11-15

  Tanggal 17 April 2019 bulan lalu kita mengikuti Pemilu. Yang berhak memberikan suaranya adalah yang namanya terdaftar di Daftar Pemilih Tetap atau DPT. Bila tidak terdaftar, siapapun dia, tidak diperbolehkan memilih. Nats ini mengingatkan kita, bahwa Tuhan Yesus akan segera datang menghakimi seluruh manusia. Setelah dihakimi, akan ada pemisahan. Ada yang akan memasuki kehidupan kekal tetapi yang lain memasuki neraka atau kebinasaan kekal.

Lalu, apakah kriterianya? Yaitu, nama siapa yang ada di Kitab Kehidupan, pasti menerima hidup kekal di surgaNya. Tetapi, yang tidak ada namanya, siapapun dia, akan dimasukkan di kebinasaan kekal. Lalu, siapakah yang namanya tertulis dan yang tidak tertulis di Kitab Kehidupan? Yang namanya tertulis di Kitab Kehidupan adalah mereka yang ketika hidup di dunia masih melakukan dosa, tetapi sudah percaya dan menerima Tuhan Yesus serta mengandalkan Tuhan Yesus dalam hidupnya. Karena itu, Yesuslah yang menanggung akibat dosa mereka melalui salib. Dan karena iman itu, Yesus mengenal dan menuliskan nama mereka di Kitab Kehidupan. Tetapi sebaliknya, yang tidak mau percaya, Tuhan Yesus tidak mengenal mereka, dan tidak menuliskan nama mereka di Kitab Kehidupan, sehingga mereka sendirilah yang menanggung hukuman atas dosanya, yaitu hukuman kekal.

Karena itu, agar namamu tertulis di Kitab Kehidupan itu, selagi hidup di dunia sekarang ini, percayai dan terimalah Tuhan Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamatmu dan andalkanlah Dia, lakukan kehendakNya. Disamping percaya kepada Yesus, hidup baru yang dikuasai oleh Roh Kudus harus nyata dalam kehidupan hari lepas hari.

Doa  :    Ya Tuhan Yesus, aku percaya dan menerimaMu menjadi Tuhan dan Juruselamatku, serta mengandalkanmu dalam seluruh hidupku, dan tuliskanlah namaku di Kitab Kehidupan. Amin. (STPS)

SETIA PADA PERJANJIAN DENGAN ALLAH

Ev.   Yosua 24: 13-25

  Israel sudah menempati Tanah Perjanjian dipimpin oleh Yosua. Dan karena Yosua sudah tua, dia mengumpulkan seluruh Israel di Sikhem. Disanalah Israel mengikat perjanjian dengan Allah. Sebelum mengikat perjanjian itu, Yosua di Ayat 15 terlebih dahulu memperha-dapkan pilihan bagi Israel, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; Allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Mereka harus menentukan pilihan secara bertanggungjawab. Dan inilah perjanjiannya: Bila mereka setia beribadah kepada Allah, Tuhan akan membuat mereka aman dan sejahtera mendiami Tanah Kanaan. Tetapi bila mereka berubah setia dan meninggalkan Allah, Israel harus tahu bahwa Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu (Ayat 19b).

Yosua terlebih dahulu mengambil keputusan dan mengatakan: “Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!”. Kemu-dian semua Israel juga ikut berjanji dan mengatakan: “Kepada Tuhan, Allah kita, kami akan beribadah, dan firmanNya akan kami dengarkan” (Ayat 24). Dan janji tersebut dituliskan di Kitab Hukum Allah dan dimeteraikan dengan batu mezbah (Ayat 26). Itulah menjadi dasar bagi Allah menghakimi Israel pada hari berikutnya.

Saudaraku! Masih ingatkah akan janji-janjimu kepada Tuhan, ketika naik sidi, menikah, membawa anak ke pembaptisan kudus, atau janji-janji lainnya? Pasti kita berjanji akan percaya dan menerima Tuhan Yesus menjadi Juruselamatmu, bukan? Ingat, Tuhan menuliskannya di Kitab KehidupanNya. Sekarang, mari tanya dirimu, apakah janji itu sudah saudara lakukan? Apakah saudara setia melakukan firmanNya? Bila sudah, namamu akan tetulis di Kitab Kehidupan.

Doa  :    Ya Tuhan Yesus, aku telah berjanji akan menerimaMu menjadi Juruselamatku. Biarlah aku tetap setia dalam janji itu dan melakukannya.  Amin. (STPS)

About the author: bksmarturia

Has one comment to “Minggu, 22 September 2019”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.