Minggu, 1 September 2019

Minggu Kesebelas Setelah Trinitatis

JANJI BARU PENGAMPUNAN DOSA

Ep.   Yeremia 31:31-34

Allah pernah berjanji kepada Abraham, Ishak dan Jakub bahwa Allah akan memberikan tanah Kanaan untuk tempat keturu-nannya tinggal. Allah juga berjanji akan membebaskan bangsa Israel dari perbudakan dan kerja paksa di Mesir, ke tanah Kanaan yang dengan sumpah telah Tuhan janjikan kepada Abraham untuk menjadi milik keturunannya (Kel. 6:3, 7).

                Namun tidak lama setelah bangsa Israel hidup merdeka dan nyaman di tanah Kanaan, mereka lupa akan besarnya kuasa dan berkat Tuhan yang telah mereka nikmati. Setelah menikmati kelimpahan susu dan madu di Tanah Perjanjian itu, mereka lupa akan pertolongan Tuhan, mereka justru menyembah berhala. Akibatnya Tuhan membiarkan mereka dijajah dan terbuang ke Babel. Di tanah pembuangan, mereka juga berkeras tidak bertobat dan mereka terus menderita. Melihat penderitaan mereka itu, Tuhan menaruh kasihan, dan membuat perjanjian baru yaitu bahwa Tuhan sendiri yang menaruh hukum taurat Tuhan ke dalam batin mereka, maka mereka akan menjadi umat Tuhan. Mereka semua akan mengenal Tuhan, dan Tuhan akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.

                Janji baru dari Tuhan itu telah diwujudkan melalui kematian Yesus di kayu salib, sebagai tebusan atas dosa-dosa umat manusia, termasuk atas tebusan dosa-dosa kita yang hidup sekarang ini. Tuhan telah mengampuni dosa kesalahan kita, sehingga kita menjadi layak di hadapanNya, bahkan kita menjadi layak menerima kasih karunia keselamatan dan hidup bersama Dia di sorga. Sebab itu marilah kita berserah menjadi milik Tuhan, kita melakukan hukum-hukumNya yang telah ditanamkan di dalam batin kita masing-masing melalui FirmanNya yang kita baca dan dengar setiap hari.

Doa  :     Terima kasih Tuhan atas janji setiaMu telah menghapus dan tidak mengingat-ingat lagi dosa kesalahan kami, shingga kami layak menjadi pewaris kerajaanMu. Amin. (PJS)

YESUS ROTI KEHIDUPAN

Ev.   Yohanes 6:43-54

Setelah Yesus membuat mujizat memberikan makan lima ribu orang melalui lima roti dan dua ikan, semakin banyak orang berbondong-bondong mengikuti Yesus. Menanggapi sikap orang banyak tersebut, Yesus mengingatkan bahwa makanan yang baru saja mereka peroleh adalah makanan yang dapat binasa. Mereka dianjurkan bekerja untuk mencari makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, bukan untuk makanan yang cepat binasa.

                Lebih lanjut Yesus mengatakan bahwa Yesus sendirilah roti kehidupan itu dan berkata: “Akulah roti hidup, barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi” (Ayat 35). Yesus mempertegas dengan menga-takan: “Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia” (Ayat 56). Wujudnya adalah tubuh Yesus yang disalibkan dengan curahan darahNya merupakan korban tebusan atas dosa-dosa umat manusia. Barangsiapa percaya bahwa Yesus, Tuhan, telah mati dikorbankan untuk menebus dosanya, maka dia telah makan daging Yesus dan minum darah Yesus dan dengan demikian memperoleh hidup kekal.

                Nats ini menganjurkan supaya kita fokus bekerja bukan untuk makanan yang cepat binasa, akan tetapi terutama untuk memperoleh roti kehidupan yang bertahan kekal, yaitu kasih karunia keselamatan yang telah disediakan Tuhan Yesus. Untuk itu kita harus lebih dahulu mencari kerajanNya dan kebenaranNya, maka semua kebutuhan hidup kita akan ditambahkanNya. Sebab itu marilah datang kepada Tuhan Yesus supaya kita selalu berada di dalam Dia dan Dia selalu berada di dalam kita. Kita terima dan imani Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, dan kita andalkan Dia dalam kehidupan kita sehari-hari.

Doa  :     Tuhan Yesus, ajar kami supaya bekerja fokus bukan untuk makanan yang cepat binasa, akan tetapi terutama untuk roti kehidupan yang kekal. Amin. (PJS)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.