Minggu, 25 Agustus 2019

Minggu Kesepuluh Setelah Trinitatis

MENGASIHI MUSUH

Ep.  Imamat 25:39-43

Sejak dari awal Allah telah menasehati umatNya bangsa Israel untuk mengasihi sesama manusia dengan segala kebera-daannya, termasuk orang-orang miskin, upahan dan pendatang.  Harus diingat bahwa semua mereka adalah sesama ciptaan Tuhan, sesama yang dijaga dan dilindungi Tuhan. Firman Tuhan hari ini sangat tegas mengingatkan agar kita mengasihi sesama melalui tindakan: (a) Tidak memperbudak mereka. Artinya tidak memperlakukan mereka dengan kekerasan atau kekejaman sesuai dengan kemauan dan kehendak kita. (b) Memberikan apa yang menjadi haknya. Mereka tidak diperlakukan sebagai orang upahan yang hanya memberikan keuntungan kepada kita sendiri. (c) Memberikan kemerdekaan dan kemandirian kepada mereka.

Apa akibatnya jika kita tidak mengasihi sesama kita? Hal yang pasti  adalah didalam dunia bertambah jumlah manusia yang miskin dan menderita. Tetapi bukan hanya itu, juga bertambahnya jumlah manusia yang kejam, sadis dan biadab. Jika dalam dunia bertambah manusia yang miskin, menderita dan juga bertambah jumlah manusia yang bertindak kejam, sadis dan biadab terhadap sesama maka pasti akan terjadi kekacauan membuat kehidupan tidak nyaman.

Karena itu Firman Tuhan sangat tegas menasehati kita untuk mengasihi sesama, karena perlakuan dan tindakan saling mengasihi ini pasti akan melahirkan dan menumbuhkan damai sejahtera. Janganlah pernah menjadi orang yang serakah dan hanya memikirkan diri sendiri. Sikap seperti itu jelas akan cenderung merugikan orang lain karena pasti kita akan tega dan rela bersukacita namun di atas penderitaan orang lain. Mari kita munculkan di dalam hidup kita yang selalu menginginkan rasa kebersamaan yang penuh damai,  

Doa  :  Tolong kami Tuhan agar kami mampu mengasihi sesama
               melalui dalam perkataan dan perbuatan, sehingga kami 
               hidup dalam damai sejahteraMu. Amin. (PES)

KASIHILAH MUSUHMU

Ev.   Lukas 6:27-36

Sepintas nas ini sangat berlawanan dengan pemikiran banyak orang. Kurang masuk akal sehat untuk mengasihi musuh, berbuat baik kepada orang yang membenci kita dan yang kita benci, minta berkat bagi orang yang mengutuk kita, berdoa bagi orang yang mencaci kita. Namun itulah ajaran Tuhan Yesus yang harus kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Pertama, akibat dari dosa dan kemauan iblis, kita dibuat menjadi manusia yang mempunyai kelemahan, kekurangan dan keterbatasan kepada orang lain. Kita dibuat menjadi manusia yang egois. Iblis menginginkan manusia menjalankan hukumnya yaitu hukum pembalasan. Memusuhi orang yang memusuhi kita, membenci orang yang membenci, mengutuk orang yang mengutuki kita dan mencaci maki orang yang mencaci kita. Tanpa kita sadari dengan berbuat seperti itu kita bukan lagi manusia yang dikehendaki Tuhan. Berbuat hal itu semakin menambah jumlah orang yang melakukan kehendak iblis.

Kedua, iblis selalu berupaya menjadikan dan membiarkan  manusia terus begelimang dalam dosa. Iblis tidak mengkehendaki manusia taat dan tunduk kepada Tuhan. Karena itu tindakan yang harus kita lakukan untuk melepaskan diri dari jeratan iblis ini, yaitu kemauan, kerelaan mendekatkan diri dan taat kepada Tuhan, menghindari permusuhan dengan mengasihi musuh, berbuat baik kepada semua orang, termasuk kepada orang yang menjahati kita.

Ketiga, kita harus menyadari bahwa setiap orang pasti menginginan untuk dikasihi bukan untuk dimusuhi, menerima perbuatan dan perlakuan baik bukan dibenci, menerima berkat bukan dikutuki, didoakan bukan dicaci maki. Dengan dukungan Roh Kudus kita dapat melakukan hal ini dengan mengngiat pengorbanan Tuhan Yesus yang jauh lebih besar untuk menebus dosa-dosa kita. 

Doa :      Tuhan tolong kami untuk taat dan tunduk kepadaMu agar kami melakukan hukumMu secara benar. Amin. (PES)

About the author: bksmarturia

Has one comment to “Minggu, 25 Agustus 2019”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.