Minggu, 4 Agustus 2019

Minggu Ketujuh Setelah Trinitatis

KEBANGKITAN DAGING ORANG MATI

Ep.  1 Tessalonika 4:13-18

Firman Tuhan hari ini meyakinkan kita bahwa bila Yesus datang keduakalinya, semua manusia, baik yang sudah mati maupun sedang hidup, pasti akan dibangkitkan. Kepastian akan kebang-kitan itulah yang akan menguatkan iman percaya kita mengikut Yesus. Karena itu, bagi kita, kematian hanyalah seperti tidur panjang saja. Dan yang akan membangkitkan kita hanya satu Pribadi, yaitu: Tuhan Yesus Kristus, yang sudah bangkit mengalahkan kematian.

        Setelah dibangkitkan, Yesus akan membawa orang percaya ke surgaNya, tempat kita bersama dengan Tuhan Allah dalam hidup kekal. Tempat paling menyenangkan, yang tiada bandingannya. Mengapa Yesus bisa membawa kita kesana? Karena Dialah yang telah datang dari surga dan setelah kebangkitanNya mengalahkan maut, kembali lagi ke surga menyediakan tempat di surga bagi kita. Siapakah yang akan dibawaNya ke sana? Yaitu orang-orang yang mati dalam Tuhan. Apa artinya?  Itulah orang-orang yang sudah menerima Tuhan Yesus menjadi JuruselamatNya dan mengandalkan Tuhan Yesus pada masa hidupnya. Sebaliknya, mereka yang tidak mau mengimani Tuhan Yesus, akan bangkit dan kemudian dibuang ke neraka kekal bersama iblis. Tempat yang sangat mengerikan.

        Pasti semua kita ingin hidup kekal bersama Tuhan Yesus di surga. Tidak ada cara lain untuk memperolehnya, selain menerima Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamat kita selagi kita hidup. Bila demikian, marilah kita saling menghibur satu sama lain, memastikan bahwa siapapun yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, dan mengandalkan hidupnya hanya kepada Tuhan Yesus, pasti dibang-kitkan dan dibawa Tuhan Yesus ke surgaNya.

Doa:       Ya Tuhan Yesus, kuatkan iman kami akan kepastian kebangkitan kami kelak, dan bahwa kami yang percaya padaMu pasti masuk surga, agar kami kuat menjalami hidup ini dan tetap setia mengikutMu. Amin. (STPS)

KEBANGKITAN DAGING ORANG MATI

Ev.   Habakuk 3:14-19

Kita pasti pernah mengalami hal seperti syair lagu rohani ini: Banyak perkara, yang tak dapat kumengerti; Mengapakah harus terjadi, di dalam kehidupan ini” Demikian Habakuk. Dia bingung, mengapa Tuhan menggunakan Nebukadnesar, bangsa yang lebih jahat dari Israel untuk menghukum Israel?

Lalu Tuhan memberi kepastian di pasal 2:4, bahwa bangsa yang sombong, sok jago seperti Nebukadnesar pasti akan Tuhan permalukan. Tetapi, orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya. Orang yang tetap bersekutu dengan Tuhan, dalam kepercayaan yang kokoh, dan selalu mengandalkan Tuhan dalam hidupnya, merekalah yang muncul sebagai pemenang. Bukan orang jahat. Kepastian itulah yang membuat kita harus terus bertahan dalam setiap pergumulan hidup yang membingungkan itu.

Dan bukan hanya itu. Iman percaya kita akan terus bertumbuh seperti Habakuk. Kita akan mengimani, bahwa pergumulan hidup tersebut hanyalah sementara. Dan di balik semua itu, Tuhan memberikan yang terbaik lagi bagi kita. Karena di Ayat 17 dikatakan, walau kita mengalami kegagalan demi kegagalan, kita akan dimampukan tetap bersukacita. Bagaimana itu bisa terjadi? Pertama, bila kita mengingat semua perbuatan ajaib yang telah dilakukan Tuhan bagi kita. Kedua,  bila kita yakin bahwa Tuhanlah Juruselamat kita (Ayat 18), yang di dalam Tuhan Yesus telah menyelamatkan kita dari kuasa iblis. Ketiga, bila kita mau menjadikan Tuhan sebagai kekuatan kita (Ayat 19), sehingga kita akan dijadikanNya seperti rusa yang kuat menjalani bukit-bukit batu. Kita tidak sendiri.  Bila demikian kita akan tetap bersukacita walau mengalami pergumulan yang berat sekalipun.

Doa:       Ya Tuhan, kami pasti mampu bersukacita menghadapi setiap pergumulan, karena Engkaulah kekuatan kami dan Juruselamat yang telah melakukan perbuatan ajaib melalui Yesus, Tuhan kami.  Amin. (STPS)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.