Minggu Keempat Setelah Trinitatis

BAYARLAH PAJAK KEPADA PEMERINTAH

Ep.  Markus 12: 13-27

  Dalam nats, beberapa orang Farisi dan Herodian datang menemui Yesus. Tujuannya untuk menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan yang menjebak. Pada awalnya, mereka memuji Yesus. Yesus tahu, itu bukanlah pujian yang tulus, tetapi pujian yang palsu. Pertanyaan menjebak itu adalah: “Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” Yesus menjawab: “Mengapa kamu mencobai Aku?” Yesus  tahu bila Ia menjawab harus membayar pajak kepada Kaisar maka Yesus akan dituduh sebagaipenghianat bangsa karena bersekutu dengan penjajah Romawi.  Pengaruh Yesus kepada orang Yahudi tentu akan lenyap. Bila Yesus menjawab tidak perlu membayar pajak kepada Kaisar, maka Yesus akan dilaporkan telah membangkang kepada penjajah Romawi, sehingga Yesus dapat ditangkap sebagai seorang revolusioner.

                Bukankah apapun jawaban Yesus tidak baik di mata mereka? Yesus menjawab dengan bijaksana dan sempurna. Yesus meminta  suatu uang Dinar dari mereka. Yesus menunjukkan uang Dinar itu. Gambar siapa yang ada di uang ini? Mereka menyatakan, gambar Kaisar. Lalu Yesus menyatakan, berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah. Mereka pun takjub mendengar kepiawaian jawaban Yesus, dan mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

Kita dan negara milik Allah. Kita memiliki gambar Allah karena Dia menciptakan manusia menurut gambarNya (Kej. 1:26-27). Kita harus taat kepada pemerintah dan Allah. Kenapa? Karena kita warga negara Indonesia dan warga Kerajaan Allah. Sebagai warga negara Indonesia kita harus taat membayar pajak. Sebagai warga Kerajaan Allah, Kita harus memberikan persembahan kepadaNya (Ul. 16:16b).

Doa:       Ajar kami Tuhan, taat melakukan kewajiban kami kepada pemerintah dan persembahan kepadaMu. Amin. (WM)

TUHAN TURUT BEKERJA MELALUI HIDUP KITA

Ev.   Ester 5:1-8

  Ester adalah gadis cantik. Itu sebabnya, Raja Ahasyweros memilih dan mengangkatnya sebagai ratu permaisurinya  mengganti ratu Wasti. Ester adalah gadis yatim-piatu yang turut terbuang bersama-sama bapa tirinya, Mordekhai, dan orang-orang Yahudi lainnya ke Persia. Raja sangat mencintai Ester. Apapun yang dimintanya, sampai setengah kerajaannya, pasti disetujui raja (Pasal 1-2). Pada saat itu, diaturkan supaya semua pegawai istana yang di pintu gerbang istana wajib berlutut dan sujud kepada Haman, seorang pejabat tinggi istana. Mordekhai tidak melakukannya. Haman tidak suka dan berencana membinasakan Mordekhai dan semua orang Yahudi  di  Persia. Mereka berkabung, berdoa dan meratap (Pasal 4). Dalam situasi ini, campur tangan Tuhan datang melalui Ester.

Ester menyusun strategi. Dia berdiri di pelataran istana. Raja mengaguminya dan menanyakan apa yang diinginkannya. Dia mengundang raja dan Haman dua kali untuk datang ke perjamuan  yang diadakannya pada hari itu dan esok harinya. Raja dan Haman datang, dan selalu menanyakan, apa yang dimintanya. Pada perjamuan kedua, Ester merasa waktunya sudah tepat. Dia mengadukan bahwa Haman berencana membinasakan semua orang Yahudi di Persia. Keadaan berbalik. Raja mengambil tindakan. Haman dihukum mati, dan rencana Haman gagal. Kenapa bisa terjadi? Karena Tuhan bekerja melalui Ester dan Mordekhai (Pasal 7).

                Kita sebagai orang Kristen seperti terbuang di negeri ini. Ada kelompok yang menganggap kita hanyalah penumpang yang indekos di negeri ini. Ada kelompok yang ingin merubah dasar negara, agar kita tersingkir. Bukankah banyak kesukaran-kesukaran yang kita alami karena kita beriman kepada Kristus? Karena itu, berdoalah. Tuhan turut bekerja melalui hidup kita agar bisa keluar dari permasalahan ini.

Doa:       Tuhan! Turutlah bekerja melalui hidup kami menyele-saikan berbagai permasalahan di negara ini. Amin. (WM)