Rabu, 3 Juli 2019

TUHAN MEMBUKA HATI KITA

Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus
(Kisah Para Rasul 16:14)

Luk. 14:15-24                          BE. 470:1+6                      1 Kor. 11:17-26

  Menurut Kisah Para Rasul, Paulus biasanya memulai misinya di setiap kota yang baru dengan menjumpai penduduk Yahudi setempat. Di Filipi pun demikian juga. Ketika hari Sabat tiba, mereka pergi ke luar gerbang kota untuk mencari tempat berdoa orang Yahudi di tepi sungai yang ada dikota itu. Tampaknya Filipi tidak memiliki Sinagoge, mereka hanya memiliki sebuah rumah doa. Di tempat itu, Paulus menyampaikan berita Injil kepada beberapa wanita yang sedang berada di rumah doa hari itu.

                Di situ ada seorang wanita yang bernama Lidia dari kota Tiatira, ia seorang penjual kain. Hatinya dibuka oleh Tuhan untuk mendengarkan pengajaran Paulus. Tuhan membuka pengertiannya, karena dia membuka hatinya dan ia memasukkan terang firman Tuhan ke dalam hatinya. Hal inilah yang dikatakan Yesus pada Wahyu 3:20 yang mengatkan: “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku akan makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.“

                Semua kita rindu untuk lebih memahami firman Tuhan guna kehidupan rohani kita. Untuk itu, seperti yang dialami oleh Lidia dan janji yang dikatakan Yesus pada Kitab Wahyu pasal 3:20 di atas, kuncinya hanya membuka hati. Yesus tetap berada di pintu hati kita. Yesus menginginkan kita dipenuhi oleh kekayaan sorgawi sehingga hidup kita melimpah dengan kasih karunia Allah.

Doa:       Bapa, bukalah hatiku dan penuhilah hidupku dengan firmanMu. Amin. (TSH)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.