Minggu, 30 Juni 2019

KEBAHAGIAAN ORANG YANG  DIBENARKAN TUHAN

Ep. Roma 10:4-12

  Kebenaran adalah salah satu perdebatan dan diskusi yang tidak putus-putusnya. Setiap orang pasti mempertahankan kebenaran yang dia ketahui, dialami, dipelajari dan yang diterima dari orang lain. Bagi orang percaya bahwa kebenaran bukan lagi sesuatu yang akan diperdebatkan, tetapi sesuatu yang dilakukan dalam hidup. Iman kita mengatakan bahwa hanya dalam Yesus ada kebenaran. Ini berpedoman kepada perkataan Yesus: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Yoh. 14:6).

                Jika Dia adalah kebenaran maka yang dituntut dari kita adalah mempercayai Dia. Mempercayai berarti menyerahkan seluruh hidup kita kepadaNya,  mengikuti dan meneladaniNya.  Jika ada orang mengatakan bahwa dia percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi dia tidak mau menyerahkan hidupnya secara total, tidak mau mengikuti dan meneladaniNya berarti dia sedang mencari kebenaran yang lain di luar Tuhan Yesus. Agar kita dapat memahami bahwa Yesus itu adalah kebenaran, jalan dan hidup, harus ada niat, tekad dan kemaun mempelajari, memahami dan memegang Firman Tuhan dari dalam hati. Dengan adanya niat, tekad dan kemauan ini, maka Roh Kudus akan menolong kita untuk memahami.

                Jika ada keseriusan hati mempercayai, mengikuti dan meneladani Yesus adalah kebenaran, maka Firman Tuhan memaparkan kepada kita upah yang kita peroleh: Pertama, adalah Keselamatan. Dikatakan: “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan“ (Ay. 9). Kedua, kita memperoleh pembenaran dari Tuhan. Kita bukan lagi sebagai orang hukuman karena dosa, tetapi oleh kasihNya dibenarkan untuk menjadi pewaris kehidupan kekal. 

Doa:       Terima kasih Tuhan Yesus, karena kasihMu Engkau memberi diriMu menjadi kebenaran. Amin. (PES)

KEBAHAGIAAN ORANG YANG DIBENARKAN

Ev. Mazmur 32:1-11

  Pasti setiap orang menginginkan dan mengharapkan kebahagiaan ada dalam kehidupannya. Banyak upaya yang dilakukan orang untuk memperoleh kebahagiaan itu. Bagi orang Batak ukuran kebahagiaan, jika dia memperoleh kekayaan, kemakmuran dan kehormatan (hagabeon, hasangapon, hasangapon). Bagi orang yang percaya kepada Tuhan bahwa ukuran kebahagiaan bukanlah ditentukan oleh kekayaan, kemakmuran dan kehormatan. Karena ketiga hal itu mempunyai keterbatas. Kebahagiaan yang didasarkan kepada ketiga hal itu kebahagiaan yang semu dan sementara.

                Firman Tuhan menasehati dan mengajar kita, bahwa kebahagiaan yang benar adalah kebahagiaan yang diberi dan dianugerahkanNya. Jika kebahagiaan itu adalah anugerah Tuhan, maka orang yang sungguh berbahagia adalah: Jika pelanggarannya diampuni, dosanya ditutupi, kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN dan  tidak berjiwa penipu (yang tulus dan bersih hatinya). Apa artinya kekayaan, kemakmuran dan kehormatan jika pada akhirnya Tuhan tetap membuka dan membuat perhitungan akan segala dosa, pelanggaran dan kesalahan kita? Yang pasti kita akan menerima hukuman dan murka Allah.

               Jika kita menyerahkan secara total kehidupan kita kepada Tuhan. Mengapa kita harus menyerahkan diri secara total kepada Tuhan? karena Dialah yang menentukan akan masa yang akan datang, didalam tangannya perjalanan kehidupan ini. Karena itu sebagai orang yang percaya harus yakin apapun yang terjadi dalam kehidupan ini jika kita menyerahkan dan pasrah kepada Tuhan maka kebahagiaan akan menjadi milik kita.

                Oleh karena kasih dan anugerah Tuhan yang memberikan kita kebahagiaan yang benar dan sempurna maka Firman Tuhan mengajak kita  bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur (Ayat 11).

 Doa:      Terima kasih Tuhan, ingatkan kami agar setia menyerahkan seluruh hidup kami kepadaMu. Amin. (PES)

About the author: bksmarturia

Has one comment to “Minggu, 30 Juni 2019”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.