Kamis, 27 Juni 2019

MENGASI MUSUH

Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu (Lukas 6:27)

Kel. 23:1-13                             BE.640:2                               Yoh. 3:16-21

  Anak-anak Allah dituntut untuk mengasihi semua orang termasuk orang yang memusuhi kita (Mat 5:44). Kita juga diperintahkan  untuk mengasihi semua orang Kristen. Karena itu kasih orang percaya terhadap sesama saudara seiman, sesamamanusia dan musuhya harus tunduk kepada dan diatur serta dikendalikan oleh kasih dan pengabdian kepada Allah. Kasih kepada Allah merupakan merupakan hukum yang yang terutama.

                Sifat sifat Allah yang moral yaitu  Allah berbelas kasihan dan karena itu mengasihi umatNya, Dia menyediakan pengampunan, Sementara kita orang percaya sulit mengampuni musuh. Dalam Ayat 27-42 Yesus memberitahukan  bagaiman kita harus hidup bersama orang lain. Sebagai anggota Perjanjian Baru, kita wajib mengikuti tuntutan yang telah digariskan. Mengasihi musuh kita bukan berarti mengasihi dengan kasih emosi, seperti menyukai musuh kita, melainkan menunjukkan perhatian dan keprihatinan yang tulus terhadap kebaikan dan keselamatan kekal. Karena kita tahu betapa dahsyatnya nasib yang menantikan  mereka yang melawan Allah dan umatNya dengan jalan membalas kejahatan dengan kebaikan untuk membawa mereka kedalam Kristus dan iman  kepada Injil (Mat. 5:39-45). Mengasihi musuh bukan berarti berpangku tangan sementara para pelaku kejahatan terus menerus melakukan perbuatan jahat. Jika dipandang perlu demi kehormatan Allah, kebaikan atau keamanan orang lain, atau demi kebaikan akhir orang fasik itu, maka tindakan keras harus diambil untuk menghentikann kejahatan. (Yoh. 2:13-17). Tindakan Yesus mengusir orang yang berjual beli dihalaman Bait Allah menunjukkan semangatNya terhadap kesucian. Pembersihan bait Allah  menjadi                tindakan besar pertama pelayanan Yesus dimuka umum.

Doa:       Ya Tuhan, ajaralah aku untuk mau mengampuni musuhku dan mengasihinya. Amin. (PMS)

About the author: bksmarturia

Has one comment to “Kamis, 27 Juni 2019”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.