Kamis, 20 Juni 2019

Posted on

KUASA KEGELAPAN

Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu (Keluaran 20:5a)

Mzm. 82:1-8                            BE. 292:5                             Kis. 10:21-27

  Di dalam Keluaran 20:3: Hukum ini mencegah politeisme, Israel tidak boleh menyembah atau memohon kepada salah satu dewa bangsa lain, melainkan diperintahkan hanya melayani Dia saja. Perintah ini setidaknya ada tiga hal:  ibadah orang percaya harus ditujukan kepada Allah saja. Tidak ada penyembahan doa yang dipanjatkan kepada allah lain, roh manapun atau orang mati. Hukum Pertama ini secara khusus ditujukan terhadap penyembahan roh-roh melalui spritisme, atau ilmu nujum atau penyembahan berhala. Orang percaya harus mengabdikan diri sepenuhnya kepada Allah. Tujuan hidup  orang percaya haruslah mencari dan mengasihi Allah dengan sepenuh hati, jiwa dan kekuatannya.

                Larangan menyembah dewa lainnya berarti tidak boleh membuat patung dewa itu, juga tidak seorang pun dapat membuat patungTuhan Allah. Dia terlalu agung untuk dapat digambarkan dengan apapun yang dibuat oleh manusia. Hukum kedua ini melarang pembuatan patung dari Allah atau mahluk lain  dengan tujuan memuja, atau meminta pertolongan rohani apapun. Allah maha tinggi begitu kudus dan tak terhampiri sehingga patung apapun atau gambar dariNya menghina dan merendahkan kodrat yang sesungguhnya dan apa yang telah dinyatakan dalam diriNya (Kel. 32:1-6).

                Karena Allah adalah Allah yang cemburu yang membalaskan kesalahan bapa kepada anakanaknya maka dampak dari perdukunan ada berbagai macam: (a) Tuhan berkata: Aku akan menentang tali-tali ajimatmu, dengan mana kamu menangkap jiwa orang (Yeh. 13:20). (b) perilakunya di kendalikan iblis. (c) Iblis menghalangi orang mendengarkan Firman. (d) Rumah tangga berantakan, suami isteri saling memukul. (e)  Tuhan akan melenyapkan (Imamat 20:6).

Doa:  Ya Tuhan, kuatkanlah aku untuk selalu datang dan menyembah hanya ke hadapanMu. Amin. (PMS)

Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *