BAWALAH PERKARAMU KEPADA ALLAH

Meskipun begitu orang yang benar tetap pada jalannya, dan orang yang bersih tangannya bertambah-tambah kuat (Ayub 17:9)

1 Sam. 26:1-12                        BE. 238:2-3                         Luk. 11:14-24

  Siapakah yang paling kita andalkan dalam kehidupan ini? Ketika kita mengalami kondisi sulit dalam hidup, kepada siapa kita berpaling? Ketika orang-orang terdekat ternyata adalah bagian dari masalah itu, kepada siapa kita berpaling? Ketika Tuhan adalah bagian dari masalah itu, kepada siapa lagi saudara berpaling? Kesulitan hidup membuat tatanan dan prioritas kehidupan kita menjadi nyata.
Ayub mengalami kesulitan yang melibatkan Tuhan. Kebangkrutan total, kematian anggota keluarga, sakit pada tubuh, kejatuhan status sosial dan seterusnya. Bagi orang yang percaya kepada Tuhan, bagaimana ia dapat melihat semua ini terjadi di luar pengetahuan dan izin Tuhan? Bagi banyak orang, jelas ini karma. Bagi Ayub, Iman dan integritas dirinya jelas: ini semua terjadi bukan karena kesalahannya. Dalam kesulitan semacam itu, kepada siapa lagi Ayub harus mengadu?

                Masih ada satu harapan bagi Ayub: Tuhan sendiri! Orang yang percaya karma melihat bahwa Ayub pasti seorang pendosa yang belum bertobat. Dalam integritas dan Imannya, Ayub mengadu kepada Tuhan agar membela dirinya. Ia membawa perkaranya kepada Tuhan (16:19-21, 17:3).Kalau harapan itu ada, harapan itu akan ditemukan di dalam Tuhan, karena jalan kehidupan Ayub yang benar sehingga tanganya semakin di kuatkan Tuhan untuk berpegang kepada Tuhan saja.  Betapa pun berat masalah yang kita hadapi, di dalam Kristus kita akan selalu menemukan harapan yang baru.

Jangan pernah menyimpang dari jalan Tuhan, sekalipun beban hidup kita terasa berat, teruslah berjalan pada jalan yang benar karena Tuhan akan memberi kekuatan kepada kita.

Doa:       Terimakasih Tuhan Yesus atas tuntunanMu dalam perjalanan kehidupan kami, ketika kami mengalami perkara hidup maka kami membawakan hanya kepadaMu saja dan Tuhan menyertai kami. Amin. (SSi)