Minggu, 26 Mei 2019

Minggu Rogate

TEKUNLAH BERDOA

Ep. Mazmur 102:2-3, 13-23

Seseorang yang sedang mengalami kesengsaraan dan penderitaan yang teramat sangat, akan kehilangan nafsu makan, tiada semangat, lemah lesu, sulit tidur, hatinya terpukul dan layu, dst. Di saat yang seperti itu, siapakah yang mampu menolong dan memulihkannya? Pemazmur datang pada Tuhan, satu-satunya jawaban yang pasti. Ia mencurahkan pengaduannya kepada Tuhan, yang berkuasa menolong dan memulihkan. Ia berteriak, meminta agar Tuhan mendengar doanya dan segera menjawabnya. Kita di ingatkan pemazmur melepaskan diri dari penderitaan dengan melakukan seperti yang telah dilakukan pemazmur, tidak mudah. Sering kita membandingkan kadar penderitaan kita dengan orang lain. Sebenarnya, apa pun bentuk penderitaan yang kita alami, tidak dapat dibanding-bandingkan. Hal ini hanya akan membuat kita semakin tertekan dan tidak dapat berpikir jernih. Tidak ada cara lain yang dapat membebaskan dari tekanan dan penderitaan, selain mengikuti langkah pemazmur. Allahlah yang memiliki berbagai cara untuk membebaskan kita dari tekanan dan penderitaan. Bukalah diri terhadap dukungan dan pertolongan Allah, melalui siapa pun dan bentuk apa pun!

                Adalah menarik ketika di ayat 13-23 tiba-tiba pemazmur mengubah konteks pergumulannya dari pribadi menjadi bangsanya. Pemazmur adalah seorang raja atau anggota keluarga kerajaan sehingga kehidupan pribadinya terkait erat dengan kehidupan bangsanya. Melalui kehidupan bangsanya, pemazmur meningkatkan intensitas seruannya kepada Tuhan. Ia juga memandang melampui masanya hingga jauh ke depan. Pemazmur tidak berseru demi kenyamanan dirinya sendiri, tetapi ia berseru agar nama Tuhan dan kemuliaan Tuhanlah yang menjadi besar di hadapan segala bangsa dan generasi-generasi yang akan datang. Ia membangun pengharapannya pada kasih setia Tuhan.

Doa:       Dalam setiap pencobaan tolong kuatkan kami ya tuhan dan jadikanlah kami pemenanh dalam bayak perkara. Amin. (TS)

YA ALLAH DENGARKANLAH DOAKU

Ev. Lukas 11:1-13

Dwight L. Moody, penginjil terkenal abad ke-19, pada suatu kali berkhotbah kepada anak-anak di Edinburgh, Skotlandia, ia mengajukan sebuah pertanyaan, “Apa itu doa?” Tangan kecil anak lelaki itu menjawab, “Doa adalah menyampaikan keinginan-keinginan kita kepada Allah untuk hal-hal yang sesuai dengan kehendakNya, dalam nama Kristus, dengan mengakui dosa-dosa kita dan mengucap syukur atas belas kasihanNya. Merespons permintaan itu, Yesus memberi jawaban yang kita kenal sebagai “Doa Bapa Kami” mengandung tiga aspek penting. Pertama, pendahuluan, yang merupakan alamat doa “Bapa kami yang di sorga” doa disampaikan kepada Bapa di Sorga. Kedua, doa berisi 7 permohonan yaitu: (a) “Dikuduskanlah namaMu”. Tanpa kita minta nama Tuhan tetap kudus, tapi mengapa kita minta dalam doa supaya nama Tuhan  yang kudus itu kudus di dalam kita. (b) “Datanglah kerajaanmu” Ada 2 kerajaan Allah. Kerajaan Kuasa dan Kerajaan anugrah. (c) “Jadilah kerajaanMu…. seperti di sorga.  Kehendak Allah selalu baik. Kita meminta supaya kehendak Allah yang baik selalu baik di dalam kita.  (d) “Berikanlah kami…yang secukupnya.” Tuhan mengajar kita agar meminta kepada-Nya sesuai dengan kebutuhan, jasmani dan Rohani. (e) “Dan ampunilah….. ” orang yang memohon harus meminta pengampuan dahulu lepada Tuhan.  (f) “Jangan membawa kami ke dalam pencobaan”. Pencobaan ada 2  pertama  pencoaan tahan uji dan pencobaan kecelakaan. Yang kita minta supaya jauh dari kecelakaan. (g) “Lepaskanlah kami dari pada yang jahat” Bagian ini menuntut kejujuran dan keterbukaan kita pada-nya, sehingga dengan begitu Ia akan mengalirkan kasih dan pengampunanNya pada kita. Ketiga, penutup. Karena engkau yang empunya….selama lamanya.

                Atas dasar inilah maka John Calvin dalam bukunya, Institutio, mengajukan empat aturan dalam doa, yaitu adanya rasa hormat, bertobat, kerendahan hati, dan pengharapan yang pasti.

Doa:       Ya Tuhan, biarlah kehendakMu yang selalu terjadi di dalam hidupku. Amin. (TS)

About the author: bksmarturia

3 comments to “Minggu, 26 Mei 2019”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.