Kamis, 23 Mei 2019

PERCAYA DAN SETIA KEPADA ALLAH

Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepadaMu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar (Mazmur 42:7)

Mat. 7:24-29                           BE. 711:3+5                          Ams. 30:7-10

Saudara! Orang yang haus akan Allah dan mendambakan manifestasi yang lebih besar dari kehadiranNya, akan bersabar terus dan berpengharapan. Iman dan kesetiaannya akan terus merasa dahaga dan terus mencari Tuhannya. Ingat! Allah tidak pernah bohong atau ingkar akan janjiNya. Tuhan berjanji akan memberkati mereka yang haus, dahaga dan lapar akan kebenaran, daripada puas akan sesuatu yang bukan berkat Allah (Matius 5:6).

Itu yang terukir dari kesaksian pemazmur ini. Di-tengah-tengah pergumulan dan tantangan yang sangat menekan jiwanya, dia berseru kepada Tuhan. Ditengah-tengah diamnya Allah, dia terus maju untuk dekat dengan Allah, agar RohNya menaungi dan membebaskan jiwanya. Dia tidak putus asa, terus berharap kepada Allah dan mengandalkan kasihNya (9-12). Kenapa? Karena dia kenal Allah, Yang Maha Kuasa dan penuh Kasih, yang tidak bermula dan tidak berakhir. Dia stabil dan penuh Kasih karunia. Bila kita datang dan dekat dengan Allah, Allah menolong dan memberkati hidup kita, agar lebih berkualitas.

Orang yang percaya dan setia itu terus diperlengkapi Tuhan, agar tampil beda dengan orang yang tidak percaya. Lihat saja pemazmur ini, berseru dari lembah sungai Yordan, gunung Hermon dan Mizar, ibarat orang yang tercampak dan tidak berharga, tetapi bisa percaya dan setia terus kepada Tuhan. Sebagai orang percaya dan yang telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus, tentu amatlah patut jika kita secara terus menerus selalu percaya dan setia kepadaNya. Jangan pernah kendurkan semangatmu untuk terus percaya kekpada Tuhan.

Doa:       Tuhan, aku rindu kepadaMu. Kuserahka hidupku, karena itu milikMu. Amin. (MPSil)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.