Minggu, 19 Mei 2019

Minggu Kantate

TAHAN DALAM PENDERITAAN

Ep. 2 Timotius 2:1-7

Tidak seorangpun dari antara orang-orang percaya yang tidak pernah mengalami tantangan hidup atau penderitaan. Mungkin kita berpikir karena ketaatan kita beribadah dan berdoa kepada Tuhan, maka tantangan akan menjauh atau penderitaan tidak ada, namun sebaliknya semakin kita dekat kekpada Tuhan semakin pula kita banyak menghadapi tantangan.

Rasul Paulus perlu menyemangati Timotius untuk tetap teguh di dalam pelayanannya walapun banyak menghadapi penderitaan dalam pelayanannya. Rasul Paulus meminta Timotius agar tetap mengingat kasih karunia yang telah diterima dari Tuhan, jangan hanya karena penderitaan kemudian Timotius melupakan semua itu.  Timotius diminta untuk tetap kuat karena buar bagaimanapu Yesus telah memanggilnya tidak hanya sebagai pengikutNya, tetapi juga sebagai pelayan Yesus untuk memimpin jemaatNya.

Jika seseorang benar-benar hidup seperti yang diinginkan Yesus maka ia akan tampil sebagai orang percaya yang berkualitas dalam iman. Apapun yang akan terjadi dalam hidupnya, pasti ia akan tampil sebagai orang yang percaya. Demikianlah yang diinginkan oleh rasul Paulus kepada Timotius untuk tetap tampail sebagai pengikut Yesus yang setia walaupun ada banyak penderitaan yang menerpa.

Itulah yang dilakukan oleh seorang prajurit yang tidak terlalu memikirkan kehidupannya sehingga ia berkenan di hadapan komandannya. Seorang olahragawan juga harus tekun berlatih untuk menjadi seorang pemenang, demikian juga seorang petani harus mau dan bersedia bekerja keras jika ingin memetik hasil suatu ketika.

Tetaplah tunjukkan semangatmu berTuhan jika karena imanmu engkau mendapatkan banyak tantangan dan penderitaan di dalam hidup.

Doa:       Ya Tuhan, kuatkanlah aku untuk dapat menghadapi rintangan dan penderitaan apapun yang ada dalam hidupku.  Amin. (LHM)

BERIBADAH KEPADA TUHAN DENGAN SETIA

Ev. Ezra 6:13-18

Sejak Raja Koresy dapat menaklukkan Babel, maka iapun memerintah umat Israel untuk segera membangun Bait Allah di Yerusalem, karena biar bagaimanapun orang israel harus tetap merasakan dan mengetahui kalau Allah itu tetap mengasihi mereka. Yang terpenting adalah mau mengaku kesalahan, menyasali dan mau bertobat. Disaat bangsa Israel kembali ke Yerusalem dari pembuangan di babel pada tahun 539 SM, saat itulah Raja Koresy memerintahkan untuk membangun Bait Allah sebagai tempat ibadah mereka.

Maka jadilah Tatnai, bupati daerah sebelah barat sungai efrat, Syetar-Boznai beserta rekan-rekannya berbuat seperti yang diperintahkan Raja Koresy. Para tua-tua Jahudipun turut membangun dengan lancar sambil mengingat nubuat yang disampaikan nabi Hagai dan nabi Zakkharia (14). Bait Allah itu dapat diselesaikan sesuai dengan perintah Allah Israel, juga menurut perintah Koresy, Darius, Artahsasta dan raja-raja negeri persia.

Ezra mendapat tugas untuk memulihkan hubungan umat Israel dengan Allah usai pulang dari pembuangan, yaitu dengan mengajak umat Israel untuk kembali tekun menyembah Allah. Ada banyak tantangan yang dihadapi Ezra namun ia tetap semangat melaksanakan tugas panggilan tersebut dan akhirnya iapun mendapatkan belas kasihan dari Alah (bd.6a).

Ezra begitu semangat untuk mengajak orang israel sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan dengan penuh kesetiaan, agar kasih Tuhan itu kembali mereka rasakan. Saudaraku, jika kita memiliki kesempatan untuk melayani Tuhan, lakukanlah itu penuh dengan semangat seperti yang dilakukan oleh Ezra, karena hanya dengan demikianlah kita akan berhasil untuk mengajak banyak orang mau beribadah kepada Tuhan dengan penuh kesetiaan.

Doa:       Ya Tuhan, aku ingin selalu setia beribadah kepadaMu, karena hanya dengan demikian aku dapat merasakan kasih setiaMu yang besar itu.  Amin. (LHMS)

About the author: bksmarturia

2 comments to “Minggu, 19 Mei 2019”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.